Category : flash fiction
Total Word: 200
Author : Ine Dwiyanti
Saksi Kunci
Pandangan menghitam. Gelap, dan akhirnya ku terhempas. Jiwa meregang laksana sebuah akar pohon besar yang tercerabut dengan paksa. Tapi entah kenapa ku tak melihat sosok pencabut nyawa itu. Hening. Aarrgh kulihat tanggal pada jam tangan yang masih melekat pada tangan kananku, sepuluh hari sudahsetelah kejadian itu, dan kini sekeliling ku hanyalah dinding bambu anyam dan ku terbaring lemah di atas dipan kayu tak beralas kasur.
Alhamdulillah, rasa syukur kupanjatkan pada Allah. Ternyata aku diselamatkan seorang bapak tua di tempat yang belum ku ketahui. Sejenak ku mencoba mengingat kejadian itu. Tidak…tidak ku tak mampu mengingat kenapa, yang kuingat hanyalah saat dadaku tiba-tiba terasa sesak dan ternyata darah mengalir tak bisa terbendung. Ku terjatuh, dan semuanya telah mengitam.
Ya, aku harus segera pulang, lekas ku pamit dan mengucap syukur tak terkira pada Bapak nan baik hati. Ku putuskan untuk menjemput keluargaku dan kami terbang keluar negeri.
Hari ini sebulan sudah dari kejadian itu, kubaca sebuah koran dari negeri kami. Kasus dugaan fraud telah ditutup. Saksi kunci seorang Akuntan, sebulan menghilang tanpa kabar. Tidak ada dokumen yang bisa membuktikan kasus fraud ini, karena gudang dan arsip dokumen turut hancur saat kejadian kebakaran tiga pekan lalu. Kasus ditutup, tersangka dinyatakan tidak bersalah.
woow serem sekali sepertinya kasus fraud inii…auditor sejati! ^_^
Haha, sekali-sekali boleh lah jadi auditor lebay.
Kategori … life experience … beneran nih Teh? Serem amat :p