Penulis : Ine Dwiyanti
Kategori: Prosa
Ekspresi
Kenapa harus menangis, padahal air mata ini terlalu berharga
Kenapa harus tertawa melihat kebodohan tak berguna ini
Kenapa harus marah, padahal uratku sudah terlalu tegang
Kenapa harus tersenyum untuk sebuah sandiwara dunia
Mengapa sulit menjatuhkkan sedikit air mata untuk sebuah rehat dan penyesalan
Mengapa sulit tertawa untuk sebuah keceriaan kecil yang diberikan
Mengapa sulit marah atas seberkas luka yang ditorehkan di jiwa yang tak berdosa
Mengapa sulit tersenyum untuk secercah titik terang
Tak mengerti lagi kapan ku harus menangis, tertawa, marah, dan tersenyum