Kemarin mentari memelukku hangat
sehangat pelukan ibu
Kini mentari malu
didekap sang awan yang tak ingin sendiri
Esok aku ingin mentari ditemani pelangi
bersama awan dan hembusan angin
Dulu aku melihat segurat wajah tulus, sorot mata yang teduh dan dalam
Kemarin aku melihatmu gurat wajahmu menjadi rumit, dan congkak, walau kulihat matamu menyisakan cahaya keteduhan
Aku belum melihatmu kini, kelak jika aku melihatmu aku dapat wajahmu yang bersinar, ceria denga segenap ketulusanmu
Kemarin lusa malam mendekapku dengan erat,membuatku terlalu nyenyak dan lupa
Semalam malam hanya memeluku lembut, memberikan kesempatan padaku untuk terbangun lebih awal
Aku merasakan tak selamanya dunia ini indah
Tak selamanya kehidupan ini ramah
Tapi mata ini ingin melihatnya tetap indah
Dinamika kehidupan yang berliku adalah sebuah keindahan.
Ine Dwiyanti
21 April 2011