THE POWER OF LOVE, Memaksimalkan Potensi Ruhani untuk Meraih Kebahagiaan Hidup, sebuah karya yang berjudul asli Al Mahabbah karya Imam Ghazali. Sebuah buku yang menurut saya masuk ke dalam kajian tasawuf. Buku yang relatif tipis tapi sangat berisi. Walaupun saya bukanlah seorang sufi dan bukan penggemar berat buku tasawuf, akan tetapi buku ini sangat memikat dan memberikan pencerahan untuk saya.
Konsep akan cinta, rindu, Tuhan, hamba, manusia dan akalnya, dibahas dengan mendalam, dan membuka cakrawala berpikir para pembacanya. Dalam cover belakang disebutkan (dan saya sepakat akan hal ini) bahwa buku ini menguraikan tentang bagaimana kita mengelola cinta. Pengelolaan ini penting agar cinta yang kita miliki bisa mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang abadi. Keabadian hanya akan kita peroleh bila kita memberikan cinta kepada Sang Pemilik Keabadian. Ini bukan berarti kita tidak memberikan cinta kepada selain-Nya. Kita tetap mencintai sesama, mencintai alam, dan mencintai apapun. Hanya kecintaan kita kepada sesama makhluk merupakan wujud cinta kita kepada-Nya.
Anda harus tahu bahwa perkara berwujud yang paling tampak dan nyata adalah Allah. Sebuah pernyataan yang sangat menarik hal ini dipaparkan dengan jelas pada bab “Keterbatasan Manusia Memahami Makrifat”. Berikut sedikit petikan yang dijelaskan pada bab tersebut yang meyakinkan kita akan keberadaan sang Rabb.
“Penyebab suatu perkara tidak terpahami oleh akal kita adalah dua. Pertama, samar dan rumitnya perkara yang bersangkutan, walaupun contohnya tidak samar. Kedua, perkara yang bersangkutan sangat jelas adanya.
Untuk penyebab kedua persis keadaan seekor kelelawar. Ia hanya dapat mellihat di waktu malam tidak di waktu siang. Hal ini terjadi bukan karena tidak ada chaya di siang hari. Tapi, karena penampakan siang terlalu jelas baginya. Sebab, penglihatan kelelawar sangat lemah. Ia dapat dibikin silau oleh cahaya matahari, ketika menyorot. Jadi penampakkan cahaya siang yang sangat kuat, sementara penglihatan kelelawar sangat lemah, adalah penyebab ia tidak dapat melihat di siang hari. Kelelawar tidak dapat melihat sesuatu, kecuali apabila cahaya bercampur dengan kegelapan dengan kadar cahaya yang tidak terlalu terang.
Seperti itulah akal kita. Ia sangat lemah, sementara itu, keindahan Hadirat Ilahi sangat terang, bersinar terang sangat kuat, memukau, dan menyeluruh. Sehingga, tidak ada satu atom pun yang ada di langit dan di bumi yang tidak terkena oleh penampakan-Nya. Lalu penampakan-Nya adalah sebab kesamaran-Nya. Mahasuci Dzat yang terhijab oleh sorot sinar-Nya. Dia tersembunyi dari pandangan kasat mata melalui penampakan-Nya .“(Hal 130-131)
Banyak hal yang dijelaskan dalam buku ini dan mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Buku ini membuat kita semakin memahami bahwa cinta adalah sebuah energi. Kekuatannya mampu mendorong orang mau melakukan apapun
Identitas Buku:.
THE POWER OF LOVE
Memaksimalkan Potensi Ruhani untuk Meraih Kebahagiaan Hidup
Diterjemahkan dari Al Mahabbah
Penerbit Dar Al Fikr, Lebanon
Karya Imam Ghazali
Penerjemah: Ija Suntana
Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan II, Februari 2006
Tebal :258 hal+xi
kayanya ine suka dengan hal2 yang berbau sufi yah..
suka juga ga ngedengerin lagu-lagunya DEBU? hehehe
Tergantung bukunya sih, belum ada kecenderungan pada kajian sufi. Lagu debu cuma liat kalo ada di tv aja, soalnya gak ngerti syairnya.
Bagus ne< sering2 ya ne baca buku trus buat summary nya…jadi aku bacanya singkat, hahahaha