Peran Internal Audit dalam Seluruh Fase Adopsi IFRS

Tulisan ini merupakan salah satu bagian dari tulisan saya yang dimuat pada repository intenal telkom “Kampiun”.Tulisan lengkapnya berjudul PERAN INTERNAL AUDIT DALAM ADOPSI INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) DI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK.

Sebagai sharing saya hanya memasukan bagian pembahasan peran internal audit dalam IFRS berdasarkan beberapa sumber bacaan, semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Peran Internal Audit dalam Seluruh Fase Adopsi IFRS 

Berikut ini adalah beberapa hal di mana aktivitas audit internal harus berusaha terlibat dalam projek konversi ke IFRS:

Tahap 1 Preliminary Study

Bagian akuntansi / keuangan adalah penanggung jawab atas keseluruhan projek IFRS (yaitu, dari tahap inisiasi projek, pelaksanaan, sampai dengan tahap pasca- implementasi). Oleh karena itu, langkah pertama aktivitas audit internal adalah melakukan review terhadap rencana projek IFRS perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan memang telah siap untuk melaksanakan projek. Auditor internal harus memastikan bahwa projek telah dirancang dengan memadai dan ditetapkan batas-batas lingkupnya dengan jelas, serta dikelola secara efektif dan efisien. Prosedur yang harus dilakukan termasuk memastikan pengendalian yang tepat, melakukan pengujian kesiapan, mengkaji rencana komunikasi, melakukan pengujian kecukupan program manajemen-perubahan (change management), dan mengkaji manajemen anggaran untuk memastikan bahwa seluruh biaya-biaya yang diperlukan telah dianggarkan. Dengan melakukan review pra-implementasi secara dini seperti ini auditor internal akan memberikan peluang yang lebih besar bagi proyek konversi IFRS untuk sukses.

Berikut ini beberapa kegiatan pada tahap awal yang dapat dilakukan internal audit dalam proyek konversi IFRS:

  1. Memahami tujuan dan sasaran dari preliminary study dan terlibat dalam perencanaan proyek
  2. Membantu mendefinisikan ruang lingkup dari preliminary assessment, milestone, dan deliverables
  3. Menilai dampak terhadap operasional, high level, termasuk proses pelaporan keuangan, sistem, karyawan, dan informasi, seperti implementasi pajak dan budgeting.
  4. Review diagnostic kuesioner dan tools lainnya yang digunakan untuk memfasilitasi preliminary assessment
  5.  Mereview rencana kerja organisasi IFRS dan estimasi high level biaya dan sumber daya. Memonitor perkembangan perencanaan yang sedang berjalan.

Tahap 2 Project Set Up, Initial Conversion, Component Evaluations, and Related Issue Resolutions

Tujuan dari tahap kedua ini adalah untuk membangun kebijakan IFRS, dan mempersiapkan pertama kali hasil laporan keuangan, termasuk design dan implementasi dan proses pelaporan IFRS selama periode transisi. Selama periode ini, internal audit lebih prokatif dalam keterlibatan di proyek konversi IFRS, menilai hasil dan perkembangan dibandingkan dengan timeline, serta mengkomunikasikan kepada penilai independent atas status secara keseluruhan kepada stakeholders (misal Komite Audit).

Auditor internal harus bekerja sama dengan auditor eksternal secara erat selama proses implementasi IFRS untuk mengidentifikasi proses-proses, sistem, dan pengendalian yang terkena dampak IFRS. Setelah mengidentifikasi area-area mana saja yang terkena dampak, auditor internal harus segera membuat  perubahan yang sesuai pada dokumentasi proses untuk memastikan bahwa pada area-area yang terkena dampak tersebut, pengendalian akan dapat berfungsi dengan baik dalam lingkungan IFRS yang baru. Berikut adalah kegiatan yang dapat dilakukan internal auditor pada tahapan kedua ini:

  1. Mereview tatakelola dan struktur dalam proyek dan tanggung jawab terkait
  2. Memonitor penyelesaian dari setiap detail evaluasi per komponen
  3. Mereview assesmen management atas alternatif
  4. Memonitor perencanaan untuk pelatihan/ tranfer pengetahuan
  5. Mereview prioritas perencaan untuk setiap proses/ perubahan sistem
  6. Memonitor perencanaan untuk laporan dua periode
  7. Mereview pengendalian/ kontrol dari konversi IFRS pertama kali
  8. Memonitor perkembangan dan melaporkannya ke stakeholders

Tahap 3 – Integrate Change

Pada tahapan ini telah memasuki tahap implementasi, internal auditor melakukan hal-hal berikut ini untuk mengintegrasikan perubahan.

  1. Memonitor proses implementasi/ perubahan sistem
  2. Memastikan proses dan perubahan kontrol yang melekat pada organisasi
  3. Memastikan perjanjian kontraktrual/financial covenants yang merefleksikan basis akuntansi yang baru
  4. Mereview perubahan scope Sarbanes Oxley Act (SOX) berdasarkan proses atau perubahan sistem
  5. Memonitor pengujian SOX atas lingkungan pengendalian yang baru
  6. Memonitor perkembangan dan melaporkannya ke stakeholders

DAFTAR PUSTAKA

 

Smith, Duaine,2009. IFRS-Internal Audit Considertion. USA: NYIAA’s 36th Annual Audit Seminar.

Nally, Dennis ,20xx. It’s not the actor, it’s the role that counts-How Internal Audit canleverage IFRS. USA: PricewaterhouseCoopers.

—,20XX. Role of Internal Auditors in Transition to IFRS. www.charteredclub.com

Saga no Gabai Bachan

Tersenyum, tertawa, terharu, simpati dan empati, ada sejuta rasa yang saya rasakan saat membaca buku ini. Hikmah kehidupan, nilai kesederhanaan, rasa sayang diungkapkan dengan gaya ringan oleh penulisnya. Sebuah kisah nyata mengenai perjalanan hidup seorang anak yang diasuh dan dirawat oleh neneknya.

Pada halaman belakang dituliskan ringkasan buku ini tertulis.

Akihiro yang kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga. Meskipun keluarganya hidup prihatin, namun kehidupan di Saga satu peringkat lebih miskin. Tetapi sang nenek selalu punya ratusan akal untuk meneruskan kehidupan dan membesarkan cucunya.

Dengan ide-ide cemerlang sang nenek, kehidupan selalu mereka jalani penuh tawa. Sulit memang, tapi menarik dan mengasyikan. Namun waktu terus berjalan dan tibalah hari ketika Akihiro harus mengambil keputusan. Dia harus memilih antara nenek dan Saga yang dia cintai atau mengejer mimpi-mimpinya.

Pengarang-Yosichi Shimada berhasil mengetengahkan kisah unik, lucu, namun penuh hikmah. Pada Bab I- Dorongan dari Ibu, menghadirkan rasa haru, perasaan yang dialami oleh seorang anak kecil yang dibodohi orang dewasa (Ibu dan bibi Akihiro) sehingga dia harus terpisah dengan ibunya.

Mulai Bab II saat bertemu dengan neneknya, mulailah kisah unik, kekaguman akan kesederhanaan hidup, dan penyikapan atas berbagai kesulitan dengan perasaan ceria.

Dialog yang paling saya sukai ada pada Bab III;

….”Nek, kita memang miskin sekarang, tapi suatu hari nanti enak juga ya kalau bisa jadi kaya.”

 ”Kau ini bicara apa? Ada dua jalan buat orang miskin.

”Miskin muram dan miskin ceria .

“Kita ini miskin yang ceria.

”Selain itu karena bukan baru-baru ini saja menjadi miskin, kita tidak perlu cemas.

”Tetaplah percaya diri.

”Keluarga kita memang turun-temurun miskin.

”Pertama, jadi orang kaya itu susah.

”Selalu makan enak, pergi berpelesir, hidupnya sibuk.

”Dan karena selalu berpakaian bagus saat bepergian, bahkan di saat jatuh pun, mereka harus tetap cara memerhatikan cara jatuh mereka.

”Sedangkan orang miskin sejak awal kan selalu mengenakan pakaian kotor. Entah itu saat hujan, saat harus duduk di tanah, mau jatuh, ya bebas, terserah saja.

”Ahh, untung kita miskin.”

 Aku diam.

Lalu, ”Selamat tidur, Nek.”ujarku tanpa tahu harus berkata apa lagi.

Masih banyak kisah lain yang menggelitik, tetapi cukup sekian saya tuliskan agar rasa penasaran anda untuk membacanya lebih tinggi.

Identitas Buku:

Saga no Gabai Bachan

NENEK HEBAT DARI SAGA

Penerbit Kansha Book (a division of Mahda Book)

Cetakan II, May 2001

Tebal :245hal

Originally published by Tokuma Shoten Publishing Co.,Ltd in Japan

 

THE POWER OF LOVE

THE POWER OF LOVE, Memaksimalkan Potensi Ruhani untuk Meraih Kebahagiaan Hidup, sebuah karya yang berjudul asli Al Mahabbah karya Imam Ghazali. Sebuah buku yang menurut saya masuk ke dalam kajian tasawuf. Buku yang relatif tipis tapi sangat berisi. Walaupun saya bukanlah seorang sufi dan bukan penggemar berat buku tasawuf, akan tetapi buku ini sangat memikat dan memberikan pencerahan untuk saya.

Konsep akan cinta, rindu, Tuhan, hamba, manusia dan akalnya, dibahas dengan mendalam, dan membuka cakrawala berpikir para pembacanya. Dalam cover belakang disebutkan (dan saya sepakat akan hal ini) bahwa buku ini menguraikan tentang bagaimana kita mengelola cinta. Pengelolaan ini penting agar cinta yang kita miliki bisa mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang abadi. Keabadian hanya akan kita peroleh bila kita memberikan cinta kepada Sang Pemilik Keabadian. Ini bukan berarti kita tidak memberikan cinta kepada selain-Nya. Kita tetap mencintai sesama, mencintai alam, dan mencintai apapun. Hanya kecintaan kita kepada sesama makhluk merupakan wujud cinta kita kepada-Nya.

Anda harus tahu bahwa perkara berwujud yang paling tampak dan nyata adalah Allah. Sebuah pernyataan yang sangat menarik hal ini dipaparkan dengan jelas pada bab “Keterbatasan Manusia Memahami Makrifat”. Berikut sedikit petikan yang dijelaskan pada bab tersebut yang meyakinkan kita akan keberadaan sang Rabb.

“Penyebab suatu perkara tidak terpahami oleh akal kita adalah dua. Pertama, samar dan rumitnya perkara yang bersangkutan, walaupun contohnya tidak samar. Kedua, perkara yang bersangkutan sangat jelas adanya.

Untuk penyebab kedua persis keadaan seekor kelelawar. Ia hanya dapat mellihat di waktu malam tidak di waktu siang. Hal ini terjadi bukan karena tidak ada chaya di siang hari. Tapi, karena penampakan siang terlalu jelas baginya. Sebab, penglihatan kelelawar sangat lemah. Ia dapat dibikin silau oleh cahaya matahari, ketika menyorot. Jadi penampakkan cahaya siang yang sangat kuat, sementara penglihatan kelelawar sangat lemah, adalah penyebab ia tidak dapat melihat di siang hari. Kelelawar tidak dapat melihat sesuatu, kecuali apabila cahaya bercampur dengan kegelapan dengan kadar cahaya yang tidak terlalu terang.

Seperti itulah akal kita. Ia sangat lemah, sementara itu, keindahan Hadirat Ilahi sangat terang, bersinar terang sangat kuat, memukau, dan menyeluruh. Sehingga, tidak ada satu atom pun yang ada di langit dan di bumi yang tidak terkena oleh penampakan-Nya. Lalu penampakan-Nya adalah sebab kesamaran-Nya. Mahasuci Dzat yang terhijab oleh sorot sinar-Nya. Dia tersembunyi dari pandangan kasat mata melalui penampakan-Nya .“(Hal 130-131)

Banyak hal yang dijelaskan dalam buku ini dan mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Buku ini membuat kita semakin memahami bahwa cinta adalah sebuah energi. Kekuatannya mampu mendorong orang mau melakukan apapun

Identitas Buku:.

THE POWER OF LOVE

Memaksimalkan Potensi Ruhani untuk Meraih Kebahagiaan Hidup

Diterjemahkan dari Al Mahabbah

Penerbit Dar Al Fikr, Lebanon

Karya Imam Ghazali

Penerjemah: Ija Suntana

Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)

Cetakan II, Februari 2006

Tebal :258 hal+xi

THE ACCOUNTING OBJECTIVE OBSERVATION, TO STRIVE SYARIAH ACCOUNTING FOR JUSTNESS ECONOMIC

Accounting evolution? Is accounting concepts match to Syariah Principle? My friend’ s research try to observe and explore more about Syariah Accounting. Thanks to Aristoadi for your kind contribution.

Author: Arsitoadi Widagdo, SE

The Purpose of this research is to observing accounting objective and the derivation, such as basic concept, principles, and assumption, to the appropriateness of the syariah principle/justice.

Qualitative method with literature study is being used by this research. Literature study is used to research the process of evolution accounting objective forms in positive and normative perspective.

This research proposing socio – economic as the accounting objective replacing the previous objective, decision – usefulness, in writer, some of accounting researcher and practitioner are more justness and appropriate as an objective accounting. Beside that, there is a financial accounting form that suitable with socio- economic objective and the derivation, principles, assumptions, and basic concept, and already been applied by some organization.

 

 

 

Keyword:        Objective Accounting, Socio – Economic, Decision – Usefulness, Justness

Berwisata, Bisnis, dan Study di Negeri Terbaik

Berjalan ditemani keindahan bunga tulip, udara yang bersih, langit biru tanpa polusi berarti. Itulah yang saya bayangkan dari Negeri Kincir Angin Belanda. Bukan angan semata imajinasi, angan ini merupakan kumulasi dari berbagai informasi mengenai keluarbiasaan negeri Belanda. Diimpikan banyak orang, saya, kamu, kita memimpikan singgah ke negeri Belanda untuk berwisata, untuk berbisnis, atau untuk menempuh pendidikan di Belanda-sebuah negeri yang masuk dalam 10 negara terbaik di dunia dalam berbagai macam hal.

Berwisata ke Belanda, ada banyak tempat fantastis yang bisa memanjakan kita. Mengunjungi taman hiburan keluarga di Walibi World, atau menikmati indahnya taman bunga Keukenhof. Ingin berwisata dengan history experince diantaranya ada Museum Heineken, museum yang memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi, bangunan museum ini didirikan sejak tahun 1867.

Berbisnis di Belanda, ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Ekonomi Belanda tercatat sebagai negara industri yang stabil, tingkat pengangguran dan inflasi yang moderate. Belanda tercatat sebagai 5th in Digital Economy, 10th Most Competitive Country, dan ini salah satu yang penting 3rd in Tax Competitiveness. Belanda menawarkan platform yang ideal untuk perdagangan internasional, sehingga bisnis ekspor impor menjadi hal yang menjanjikan. Perdagangan internasional yang maju didukung oleh gateway utama yang didukung oleh teknologi canggih dan infrastuktur logistik yang mumpuni yaitu Port of Rotterdam dan Amsterdam Schiphol Airport. Rotterdam tercatat sebagai  largest container seaport di Eropa. Amsterdam Schiphol International Airport merupakan satu dari lima pusat cargo teraktif di Eropa.

Ini yang menurut saya faktor paling menentukan negeri Belanda selalu menjadi negara yang menempati jajaran bergengsi, yaitu faktor pendidikan. Persepsi saya dulu saat kuliah S1 menganggap bahwa Inggris dan Amerika adalah pilihan utama untuk melanjutkan study, kini perspektif itu bergeser, sekolah bagus tidak hanya ada di Inggris atau Amerika loh. Berdasarkan riset,  Belanda merupakan salah satu tempat terbaik untuk menempuh pendidikan. Tahun 2010, dalam hal kualitas pendidikan secara menyeluruh Belanda menempati peringkat ke delapan. Belanda pun menduduki peringkat ketiga dari segi keterjangkauan pendidikan, serta pertama dalam hal akses. Mau lebih jelas ini dia datanya:

Universitas di Belanda banyak yang tercatat sebagai universitas terbaik di Eropa maupun kelas dunia, saya ambil contoh Utrecht University dan Erasmus Rotterdam University.Utrecht University merupakan universitas di peringkat ke 11 di Eropa, No 1 di Belanda, dan ke 50 di dunia berdasarkan Shanghai Ranking of World Universities. Erasmus Rotterdam University adalah salah satu universitas ilmu ekonomi dan management terbaik di Eropa. Bahkan salah seorang professor meraih Hadiah Nobel untuk ilmu Ekonomi yaitu Prof dr. Jan Tinbergen. Universitas Erasmus juga menerima akreditasi dari tiga badan akreditasi pendidikan management internasional; AMBA, EQUIS, and AACSB. Cuma sedikit sekolah bisnis di Eropa yang memiliki triple akreditasi tersebut. Banyak tokoh ternama Indonesia ternyata alumnus Erasmus loh diantaranya Mohammad Hatta, Kwik Kian Gie, Soemitro Djojohadikusumo, Radius Prawiro.

Ya inilah negeri yang aman dan indah untuk dikunjungi, didukung oleh ekonomi yang kondusif, dan pendidikan berkualitas maka tak heran jika Belanda masuk dalam 10 negara terbaik di dunia dalam berbagai macam hal. Belanda….aku dan banyak orang di dunia akan mengunjungimu untuk membuktikan kemasyuranmu.

PERAN INTERNAL AUDIT DALAM MEMBERIKAN NILAI TAMBAH TERHADAP ENTERPRISE RISK MANAGEMENT PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK

Penulis : Ine Dwiyanti
Tahun : 2010
Publikasi : Telkom’s Internal Knowldge Management, “Kampiun”

ABSTRAKSI

Meningkatnya kompleksitas transaksi bisnis, teknologi tingkat tinggi, globalisasi, kecepatan siklus produk, dan setiap hal perubahan menyebabkan peningkatan volume dan kompleksitas risiko yang dihadapi perusahaan pada dekade terakhir ini. Saat ini banyak organisasi di dunia mengakui bahwa terdapat keterkaitan/ linkage antara tatakelola perusahaan, enterprise risk management, dan kinerja perusahaan. Telkom menerapkan enterprise risk management sebagai salah satu penjabaran good corporate governance, dan penerapan enterprise risk management tersebut mengacu kepada COSO framework.

Permasalahan dan tantangan yang dihadapi Telkom dalam penerapan enterprise risk management adalah dalam sinkronisasi risk perusahaan dengan risk unit. Selain itu kurangnya monitoring aktivitas mitigasi sebagai pengendali dalam pencapaian tujuan perusahaan. Tantangan lainnya yaitu meningkatkan peran board of director dalam enterprise risk management terutama untuk hal yang strategic.

Peran internal audit dalam memberikan nilai tambah terhadap proses enterprise risk management adalah menerapkan risk based audit dan review serta memberikan rekomendasi terhadap implementasi enterprise risk management. Selain itu dalam kaitannya dengan peran Board of Director yang memegang critical role, internal auditor dapat memfasilitasi regular session dengan senior manajemen serta komite yang diberi delegasi oleh BoD.

Kata kunci: enterprise risk management, internal auditor, Telkom, COSO framework

Investment Review (Part II)-Pilih Apa Yaa???

Pada posting sebelumnya telah dijelaskan bagaimana kita membentuk pola pada diri kita agar mau berinvestasi, kemudian pertanyaan yang muncul selanjutnya, akan dikemanakan uang/ asset kita. Bagaimana menentukan instrumen investasi yang cocok dengan setiap pribadi kita.

Investasi dapat berupa financial instrument maupun non financial instrument(misalnya invetasi pada tanah, rumah, perkebunan, dll), pada tulisan kali ini saya akan membatasi ruang lingkup hanya pada financial instrument. Sebagai peringatan kepada pembaca, tulisan ini lebih bersifat pengalaman pribadi, sehingga memungkinkan timbul sedikit perbedaan dengan financial advisor, maupun artikel yang pernah dibaca. continue reading

Bukti Potong Pajak!!! You are Shocking Me!!!!!!!!!

Guys, sudahkah melihat bukti potong pajak kalian? Beberapa perusahaan pemberi kerja pada akhir Januari sudah banyak yang membagikan form 1721-A1 atau Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21.

Sebagai pekerja yang hanya berpenghasilan dari satu perusahaan (kasian saya belum punya bisnis), bukti potong pajak ini adalah refleksi penghasilan saya selama setahun. Diantara kita mungkin tak memperdulikan bukti potong pajak ini. Bisa langsung kita buang (jika tidak lapor pajak), atau ya cukup di sebagai lampiran saat kita lapor pajak (hayo siapa yang gak lapor pajak).

Tahun 2011 ini bukan kali pertama saya mendapatkan Bukti Potong Pajak. Tahun ini adalah tahun keempat saya menerima Bukti Potong Pajak. Akan tetapi melihat bukti potong pajak tetap membuat saya terkejut.

Coba perhatikan bukti potong pajak anda, yang paling saya fokuskan adalah dua hal:
1. Jumlah penghasilan neto
2. Jumlah PPh yang telah dipotong dan dilunasi
Sudah dilihat? Jika belum mendapat bukti potong pajak, harap diperhatikan dua hal ini yah.

Kevalidan bukti potong pajak saya anggap valid, karena perusahaan saya (dan mungkin perusahaan kalin juga) mekanisme payroll telah melalui sistem informasi, begitu pula dengan data yang disajikan pada bukti potong pajak. Jadi setelah membaca, menimbang, dan memperhatikan dua item pada bukti potong pajak, hal yang tetap membuat saya terkejut adalah:
1. Rendahnya angka investasi (menunjukkan besarnya konsumsi yang tidak jelas). Bandingkan jumlah penghasilan neto, dengan peningkatan aset kita (misal perubahan saldo tabungan sekarang dan tahun lalu, dan aset-aset lainnya). Ternyata walau mengeluh merasa gaji kurang besar (dasar manusia selalu mengeluh), tetapi jika membandingkan penghasilan neto setahun dengan perubahan aset, nilainya sangat jomplang, berart masalah utamanya dalam pemanfaatan penghasilan.
2. Rendahnya berbelanja dijalan kebaikan. Maksudnya tentu pembaca sudah tahu bahwa hakikatnya harta kita adalah yang dibelanjakan dijalan Allah, misal zakat, infak, atau bantuan sosial lanniya. Coba kalkulasi secara kasar berapa besar kita telah berbelanja dijalan-Nya, apakah hasilnya sangat minim?Bandingkan dengan penghasilan kita setahun?
3. Lihat jumlah PPh yang telah dipotong dan dilunasi. Sorry, hal ini tetap membuat saya kecewa kepada para pengelola pajak. Setiap tahun ternyata besar sekali sumbangan kita untuk negara ini. Tapi ternyata…………(stop mencaci…hanya curhat).

Sudah melakukan analytical review terhadap bukti potong pajak kita? Apa hasilnya? Apakah membuat kita terkejut? Atau hasilnya baik dan reasonable dengan ekspektasi? Selamat untuk anda yang hasilnya reasonable dan tidak terkejut.

Investment Review (Part I)

Setelah sekian lama tidak menulis blog yang bersifat kajian, kali ini saya akan membahas satu topik yang gampang-gampang susah untuk diterapkan yaitu Investasi. Kita mempunyai suatu aset berarti memiliki sesuatu yang akan memiliki manfaat ekonomis di masa kini dan masa yang akan datang. Seperti kata petuah bekerjalah untuk duniamu seolah kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah kau akan mati esok. Hal yang saya tangkap dari petuah ini adalah bahwa kita perlu melakukan keseimbangan hidup, hidup untuk dunia dan akhirat. Investasi tidak hanya untuk kehidupan dunia tetapi untuk tujuan akhirat juga (hehehe gaya bener).

Mengingatkan diri pada pelajaran ekonomi bahwa fungsi pendapatan dibentuk dari fungsi konsumsi dan fungsi investasi/ savings. Besarnya variabel konsumsi maupun variabel investasi tentunya tergantung kepada pribadi masing-masing, bahkan pada titik ekstrim mungkin saja bahwa fungsi pendapatan hanya terdiri dari fungsi konsumsi.

Saya pribadi tidak bisa membayangkan bagaimana jika pendapatan kita seluruhnya digunakan untuk konsumsi (kecuali jika pendapatan belum mencapai pada titik kebutuhan konsumsi minimal). Berinvestasi tidak hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang sudah mempunyai pekerjaan dan berpenghasilan tetap. Pelajar, mahasiswa pun bisa berinvesatsi dengan menyisihkan pendapatan yang ada (misal uang saku, beasiswa, ataupun pendapatan ketika kita bekerja untuk satu proyek).

Sebagai seorang pemula dan bukan expert dalam bidang investasi, saya disini ingin berbagi pengalaman investasi sebagai sesama pemula juga, untuk menjadi expert ada banyak media yang bisa dipelajari untuk serius berinvestasi.

Diawali dari bagaimana memulai berinvestasi, berikut beberapa tips yang saya alami dan juga riset dari beberapa financial advisor (riset maksudnya berbincang dan ngobrol dengan beberapa kawan yang lebih berpengalaman, hehehe)
1. Tetapkan cita-cita mulia untuk berinvestasi
2. Tinjau pola konsumsi
3. Formulasikan komposisi yang tepat untuk investasi dan konsumsi
4. Pelajari portofolio investasi dan risikonya
5. Sabar dalam berinvestasi

continue reading

Financial Performance Islamic Banking and Monetary Crisis

Bismillahirrahmanirrahim,

Dear reader, here another research about Islamic Banking. 

Authors : Hidayati Sarah

Analysis of Comparison of Financial Performance Islamic Banking

Before and After Monetary Crisis

(Case Study on PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk)

ABSTRACT

            Since the monetary policy was prevailed, it begins to have a banking crisis 1997-1998 in Indonesia that affect into monetary and real sector. The impact of monetary crisis toward banking, from 240 banks which present before monetary crisis, only 73 private banks still preserved.

This research is aim to know the financial performance which is represented by Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), and Non Performing Financing (NPF) in PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk before and after monetary crisis.

In this research, bank’s performance is measured from the liquidity, solvability, and rentability. In addition, it can be measured also from the management of the bank toward credit risk. By using descriptive quantitative method with statistical calculation using t-test. Significance level is 95%.

            The result of this research showing that one of the bank that hold out when crisis attacked is Muamalat Bank, the only one Islamic bank that recently established. The FDR, ROA, and NPF level after monetary crisis is higher than before, and the CAR level is lower than before monetary crisis.

Keyword: Financial Performance, Monetary Crisis, Islamic Bank