Akuntansi Dana, Lembaga Zakat,Akuntabilitas


Assalamu alaikum,

Temans berikut ada artikel tentang akuntansi sektor publik, akuntansi dana, dan akuntansi pemerintahan. Tulisan ini diambil pure tanpa di edit dari Forum Zakat. Saya re-posting di blog saya mengingat tulisan tersebut diadaptasi dari penelitian saya (tahun 2006-2007) tentang penerapan akuntansi dana di lembaga amil zakat nasional. Semoga bermanfaat.

Agustus 24, 2007

Akuntabilitas Lembaga Amil Zakat

Diarsipkan di bawah: JURNAL — beritazakat @ 4:30 am

Ternyata Tidak Ditentukan Dengan Besaran Dana Yang Dikelola

Lembaga Amil Zakat (LAZ_red) adalah lembaga yang melayani kepentingan publik dalam penghimpunan dan penyaluran dana umat. Sebagai organisasi sektor publik tentu saja LAZ memiliki stakeholders yang sangat luas. Konsekwensinya LAZ dituntut dapat memberikan informasi mengenai pengelolaan kepada semua fihak yang berkepentingan. Kemampuan untuk memberikan informasi yang terbuka, seimbang dan merata kepada stakeholders terutama mengenai pengelolaan keuangan adalah salah satu kreteria yang menentukan tingkat akuntabilitas dan aksesibilitas lembaga. Jika keterpercayaan publik kepada lembaga tetap terjaga, maka pada akhirnya masyarakat akan terus menyalurkan dananya lewat lembaga. Benarkah demikian?.

Key word

LAZ, Organisasi Sektor Publik, Stakeholder, akuntabilitas, aksesibilitas, Informasi pengelolaan keuangan, tingkat keterpercayaan publik, penyaluran dana


Teori asimetri informasi (information asymetry) berbicara mengenai ketidakpercayaan masyarakat terhadap organisasi sektor publik, lebih disebabkan oleh kesenjangan informasi antara pihak manajemen yang memiliki akses langsung terhadap informasi dengan pihak konstituen atau masyarakat yang berada diluar manajemen. Pada tataran ini, konsep mengenai akuntabilitas dan aksesibilitas menempati kreteria yang sangat penting terkait dengan pertanggungjawaban organisasi dalam menyajikan, melaporkan dan mengungkap segala aktifitas kegiatan serta sejauh mana laporan keuangan memuat semua informasi yang relevan yang dibutuhkan oleh para pengguna dan seberapa mudah informasi tersebut diakses oleh masyarakat.

Adanya regulasi mengenai pengelolaan keuangan Organisasi Pengelola Zakat, seperti yang ternaktub dalam Undang-Undang Zakat No.38 Tahun 1999 Bab VIII pasal 21 Ayat 1 yang dikuatkan oleh KEPMEN Agama Depag RI No. 581 Tahun 1999 mengenai pelaksanaan teknis atas ketersediaan diaudit laporan keuangan lembaga, dan juga aturan yang dikeluarkan oleh PSAK (penyusunan standar akuntansi keuangan) No.45 tentang akuntansi Organisasi nirlaba, ternyata belum bisa menyakinkan publik bahwa pengelolaan keuangan LAZ sudah dilakukan dengan semestinya.

Ketidakyakinan tersebut terrekam dalam survai nasional yang dilakukan UIN Jakarta yang melibatkan ribuan responden. Dalam survainya UIN menemukan sebesar (97%) menghendaki LAZ bekerja secara akuntable dan transparans. Tuntutan agar publik diberi akses untuk melakukan pengawasan terhadap dana yang dikelola (90%). Pemuatan laporan keuangan di media massa (92%). Perlunya mendata para donatur (88%). dan keengganan masyarkat menyalurkan zakat yang tidak dikenal baik akuntabilitasnya sebesar (75%). Bahkan mereka ingin memastikan bahwa dana publik yang disalurkan memang kepada yang berhak sebesar (63%).

Selain mendesaknya tuntutan masyarakat agar LAZ dikelola secara accountable

dan transparan, hasil survay tersebut juga membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi mengenai pengelolaan dana. Untuk menanggapi hasil survay tersebut, LAZ tentu akan lebih bijak jika mengagendakan masalah tersebut dalam rapat manajemen untuk segera dicarikan solusinya.

Pentingnya penerapan akuntansi keuangan yang baik dan mudahnya masyarakat mendapatkan informasi tersebut sangat menentukan tingkat akuntabilitas LAZ. Hal ini terbukti dari beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa akademisi, diantaranya adalah Arianto Budiman (2004), dalam penelitiannya dia menemukan adanya korelasi positif antara penerapan akuntansi dana terhadap akuntabilitas keuangan. Hasil tersebut dikuatkan oleh penelitian Mahdi Darwis (2005) dengan mengambil subyek penelitian di Jakarta.

Variabel aksesibilitas juga diyakini sebagai varibel prediktor yang memungkinkan berpengaruh terhadap akuntabilitas lembaga, Budi mulyana (2006) sudah membuktikannya. Dalam penelitiannya dia menemukan adanya korelasi positif antara aksesibilitas laporan keuangan terhadap akuntabitas dan transparansi keuangan daerah.

Dari paparan beberapa hasil penelitian diatas mengindikasikan adanya korelasi positif antara penerapan akutansi dana dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas keuangan LAZ. Ini artinya semakin baik penerapan akuntasi dana dan semakin mudah informasi pengelolaan diakses oleh masyarakat maka semakin baik tingkat akuntabilitas lembaga yang bersangkutan.

Sayangnya penelitian tersebut belum menunjukkan kondisi riil yang terjadi secara keseluraan di lembaga pengelola zakat nasional, karena lingkup populasinya sangat terbatas. Sekarang pertanyaannya adalah apakah LAZ di tanah air secara keseluruhan atau sebagian besar sudah melakukan penerapan akuntasi dana dengan baik dan apakah informasi tersebut sudah dapat diakses oleh masyarakat dengan gampang ? sehingga dengan begitu pengelolaan dana ummat sudah dapat dikatakan accountable!.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut Ine Dwiyanti (2007) mencoba melakukan sebuah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan kausal komperasional dengan menyusung judul Pengaruh Penerapan Akutansi Dana dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Akuntabilitas Keuangan LAZ. Penelitian ini terutama didasari oleh fenomena yang terjadi dalam masyarakat yang terkait dengan pengelolaan dana umat, dan terlebih pada keinginan peneliti untuk mengungkap masalah yang menjadi judul penelitian ini.

Subyek yang dilibatkan menjadi sampel penelitian seluruhnya berjumlah sepuluh lembaga yang terdaftar dalam surat keputusan mentri agama sebagai LAZ Nasional yakni; YBM BRI, BMM, BMH, Dompet Dhuafa, Bamuis BNI, Lazis Muhammadiyyah, PZU, DPU-DT, Baituzzakah Pertamina. Awalnya subyek penelitian yang diikutsertakan adalah semua LAZNAS yang berjumlah 16 lembaga, namun respon yang didapatkan hanya 10 dari 16 lembaga tersebut. Namun demikian subyek penelitian tersebut sudah mewakili semua LAZ NAS.

Hasil Penelitian

Setelah data didapat dan dilakukan uji statistik menggunakan rumusan regresi multiple variabel dengan taraf signifikansi 5%, koefiesiensi korelasi penerapan akuntansi dana dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas keuangan adalah sebesar 0,887. ini artinya secara simultan penerapan akuntansi dana dan aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap akuntabilitas keuangan LAZ. Bisa diartikan juga semakin baik penerapan akuntansi dana serta kemudahan para stakeholders mengakses laporan keuangan lembaga, maka lembaga akan dinilai semakin accountable.

Obyek pengaruh Penerapan akuntansi dana terhadap akuntabilitas keuangan LAZ adalah dalam hal informasi yang terkandung dalam laporan keuangan yang menerapkan akuntansi dana lebih mudah dipahami stakeholders mengenai sumber dan penggunaan setiap dana. Sedangkan Aksesibilitas laporan keuangan mempengaruhi akuntabilitas keuangan LAZ karena informasi yang diberikan dari laporan keuangan akan kurang bermanfaat jika publik memiliki kesulitan untuk mengakses laporan tersebut.

Dengan demikian, LAZ yang accountable adalah lembaga yang mampu membuat laporan tahunan yang memuat semua informasi relevan yang dibutuhkan dan laporan tersebut dapat secara langsung tersedia dan aksesibel pada para pengguna potensial. Jika informasi pengelolaan LAZ tersedia dan aksesibel, maka akan memudahkan stakeholders mendapatkannya dan melakukan pengawasan. Jika kondisinya demikian, maka pihak manajemen LAZ akan tertuntut untuk lebih accountable.

Deskripsi

<!–[if gte vml 1]&gt; &lt;![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>Untuk mendiskripsikan hasil penelitian diatas, berikut kami sajikan variasi skor yang diperoleh dari masing-masing lembaga tentang tingkat penerapan akuntansi dana dengan berbagai dimensinya, skor aksesibilitas serta skor akuntabilitas LAZ di Indonesia, berikut grafik skorring hasil penelitian berikut penjelasannya.

 

GRAFIK SKOR HASIL PENELITIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terdapat tiga dimensi skor yang ditampilkan pada tabel diatas, pertama adalah penerapan akuntansi dana kedua aksesibilitas dan yang terakhir akuntabilitas lembaga. Namun penulis melengkapi tiga aspek penerapan akuntansi dana yakni integritas keuangan, pengungkapan, ketaatan kepada aturan, jadi jumlah keseluruhan ada enam kategori, ini hanya untuk memudahkan dan memberikan gambaran hasil penelitian secara lengkap.

 

Nampak pada tabel, skor tertinggi dari ketiga variabel diperoleh Yayasan Baitul Maal-BRI, dengan masing-masing skor Akuntansi dana 100 %. Aksesibilitas 92,5 dan Akuntabilitas 96,67 persen. Untuk penerapan akuntansi terrendah ditunjukkan oleh Pusat zakat Ummat/LAZ PERSIS dengan skor akutansi dana 70, aksesibilitas 67,5 dan akuntabilitas 61,67.

Untuk skor rata-rata dari variabel penerapan dana, dimensi kesatuan akuntansi tingkat penerapannya 92,40%, pelaporan keuangan dan prinsip akuntansi 86,50%, dan kesatuan fiskal tingkat penerapannya 86,40 %. Adapun tingkat penetapan kriteria pembatasan dana dilakukan oleh manajemen pada dana tidak terikat, terikat temporer setinggi 96%, dan 90 % untuk dana terikat permanen. Sedangkan kebijakan penetapan pembatasan dana disemua LAZ telah diterapkan secara konsisten dan menyeluruh.

Mengacu diskripsi skor dan persentase hasil penelitian diatas. Dengan masing-masing skor akuntabilitas LAZ, dari skor terrendah sebesar 61,67 dan skor tertinggi sebesar 96,67. dapat ditemukan mean skor setinggi 80 (79,991). Dengan mean skor setinggi 80 (79,991) bisa disimpulkan bahwa, secara keseluruhan tingkat akuntabilitas LAZNAS saat ini sangat tinggi sekali, ini adalah bukti yang sangat penting yang menunjukkan bahwa LAZNAS saat ini benar-benar memiliki kemampuan dalam menyajikan, melaporkan, mengungkap segala aktifitas kegiatan organisasi dan memuat semua informasi keuangan yang relevan yang dibutuhkan oleh stakeholders serta LAZNAS sanggup memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mengakses informasi tersebut. Wallahuaa’lam

 

20 thoughts on “Akuntansi Dana, Lembaga Zakat,Akuntabilitas

  1. saya sangat tertarik dengan penelitian anda tentang Akuntabilitas Lembaga Amil Zakat.tlong dong kirim penelitiannya secara lengkap ke email saya n kl ada kuesionernya jg.please…..

    • Assalamu ‘alaikum Merna,
      Penelitian ini merupakan skripsi dan tidak dipublikasikan. Jika ingin melihat penelitian lengkapnya dapat dilihat di perpustakaan FE Unpad.
      Terimakasih

  2. Assalamua’alaikum…

    bagus sekali hasil penelitiannya mba, saya juga saat ini sedang menyusun skripsi tentang penerapan akuntansi zakat di LAZ,
    mungkin mba ine tau buku2 yang relevan dengan tema tersebut untuk menambah bahan referansi saya?

    Jazakillah khair…

  3. Waalaikum salam warahmatullah.Mia dan Yunita,nanti saya email daftar pustakanya yah.Terimakasih sudah berkunjung di blog ini.

  4. kakak,, saya juga mau daftar pustakanya ya.. dan beberapa hal yang bisa buat referensi ( judul buku lengkap dengan penulis dan harganya). terimakasih so much🙂

  5. Ass..
    saya sangat tertarik dengan penelitian mbx ine,kebetulan saya juga ingin membuat skripsi tentang lembaga Amil zakat, saya mohon bantuannya, boleh minta file yang lengkapnya ga?tolong kirim keemail saya ya mbx,buat referensi… ^^

          

  6. Assalamu’alaikum Mbak Ine…
    Alhamdulillah bisa ketemu blog ini. Saya sedang menyusun skripsi tentang penerapan akuntansi zakat juga. Boleh tolong diemail ke saya daftar pustaka skripsinya Mbak Ine? Hal ini sangat membantu dalam pencarian referensi tentang zakat. Alamat email saya: Fitrimasniyati@yahoo.com
    Jazakillah ya Mbak sebelumnya.

    Wassalam

  7. mbak, bisa minta referensinya nggak? kebetulan saya lagi nyusun skripsi yang temanya akuntabilitas OPZ… syukron qabla ya mbak..

  8. mba inne blognya bagus skali kbtulan sy sdang mnyusun skripsi ttg pengaruh akuntansi dana dan akuntansi zakat terhadap akuntabilitas laz.. bs mnt tlg d krim k email daftar pustakanya untuk refrensi.. trims

  9. Assalamu’alaykum Wr. Wb.
    Salam kenal Mba, bisa minta bantuan’a? tlg kirm referensinya k emailku ya…
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s