Auditor Puitis (I)


Penulis : Ine Dwiyanti

Kategori : Prosa

Catatan Audit Kamojang

Udara dingin terasa menusuk,

bahkan dinding ini tak sanggup menahannya

 selimut untuk menambah kehangatan menjadi tak mempan lagi

 badan dan fikiran ini sudah tak sanggup tuk melanjutkan tugas

 tugas yang teramat banyak untuk kami

 rasa ngantuk semakin memberatkan pelupuk mata

 sudahlah tidur saja walau badan terasa membeku tak berdaya

 ditengah udara dingin yang membekukkan kami

kuharap semoga besok bisa bekerja dengan efektif.

 Curhat Klien –Catatan Audit Karet-Jakarta

Wahai putra-putriku,

 apakah kamu ketakutan dan menangis melihat apa yang terjadi

 kalian cemas di rumah sedang aku harus terus bekerja

 mama tak bisa pulang

 Bisikku wahai jin pergilah kau, jangan kau ganggu lagi si Bibi

bibi Pembantu Kesurupan, kedua anakku dirumah

 untunglah tetanggaku sigap membawa anak kami

 Papa tolong segera pulang lihat keadaan rumah

 Maaf Mama belum bisa pulang.

 Catatan Audit Lahendong

Sudah berungkali kujelaskan

 kenapa sulit tuk dimengerti

 malah kau semakin tak bersikap baik

cepat lakukan saja karena kita dikejar waktu

 dan usahamu untuk tak melakukannya hanya sia-sia saja

 karena aku punya senjata ”Pending Matter” yang akan kulaporkan pada bosmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s