Cerita tentang Cewek Hua-Wey


Di suatu senja menjelang malam, dalam sebuah perjamuan makan malam di satu hotel ternama di Jakarta. Kami memilih sebuah meja bundar di sudut ruangan. Sebenarnya bagiku dan temanku memilih meja ini ada sedikit keterpaksaan, terpaksa duduk bersama bos-bos karena meja lain telah penuh. Meja bundar besar ini diisi oleh 5 perempuan (1 orang partner-piramida teratas untuk level di kantor kami, 2 orang manager, dan 2 orang staff-waktu itu saya belum jadi senior bersama teman saya staff 1), serta 5 orang pria (1 orang senior manager, 3 orang manager, dan seorang senior).

Sambil menikmati makan malam, celotehan, obrolan, dari barat ke timur, utara, selatan, membuat suasana ceria. Hampir tidak ada satu pun yang membicarakan pekerjaan…ya kami sudah terlalu lelah dengan pekerjaan, bahkan setelah makan malam pun kami harus bekerja.

Entah bagaimana awalnya, salah seorang dari kami nyeletuk: “ Weh gw di mall liat bule cakep sama cewek body nya bagus tapi kalo liat wajahnya sih biasa aja.”

Yang lainnya berkomentar: “Ih…emang gitu kali..cowok-cowok bule kan suka cewek eksotis.”

Seorang pria salah satu dari kami menimpali.:”Iah kenapa yah kalo gw sih suka cewek-cewek putih dan cantik, tapi bule sukanya cewek ndeso.”

Pria lain menimpali :”Ho oh sama, gw juga pernah liat bule-bule lebih suka cewek Hua(dengan ekspresi mata berbinar-binar) Wey (dengan mencibir dan ingin muntah -seharusnya Wei akan tetapi nanti khawatir ambigu dengan suatu merk hand phone) dari belakang sih bodynya aduhai…..pas liat depannya ….tiiiiiiiit (sensor dari penulis)

Kami perempuan-perempuan : “HA-hahah……”

Yang saya ingat dari percakapan ini yaitu ”cewek Hua Wey: (dengan ekspresi semirip mungkin dengan yang mengucapkannya).

Jargon lucu ini saya ingat sampai sekarang saya ingat padahal hal tersebut terjadi lebih dari 1.5 tahun yang lalu. Tanpa bermaksud mendiskreditkan sesama perempuan, apalagi menghina apa yang telah Allah ciptakan, jargon ini saya ingat karena memberikan hikmah untuk saya dan mungkin untuk pembaca lainnya.

Setiap makhluk telah Allah ciptakan dengan adil, dengan porsinya masing-masing. Kadang kita( khususnya kaum perempuan) sangat mempermasalahkan keadaan fisik. Kulit di bleaching karena ingin putih, bahkan sampai ada yang operasi plastik untuk merubah bagian wajah dan tubuh.

Saya sepakat bahwa  kiata memelihara apa yang telah Allah berikan, misalnya untuk perempuan yang suka luluran, memakai body lotion, dan perawatan lainnya, tentunya yang sesuai dengan kaidah. Akan tetapi jangan sampai kita melakukan tindakan yang cenderung malah tidak mensyukuri apa yang telah Allah berikan.

Seperti kisah Hua Wey tadi walaupun ndeso ada yang suka kok, jika perempuan ingin cantik misalnya untuk menjadi lebih menarik di hadapan lawan jenis, jangan sampai melakukan hal-hal yang diluar kaidah. Yakin bahwa setiap orang punya selera masing-masing, dan rejeki tidak akan pernah tertukar.

Satu lagi…jangan karena kisah cewek Hua Wey, malah kita-kita ingin menjadi seperti cewek Hua Wey sesuai selera pria-pria bule…Hehehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s