Investment Review (Part I)


Setelah sekian lama tidak menulis blog yang bersifat kajian, kali ini saya akan membahas satu topik yang gampang-gampang susah untuk diterapkan yaitu Investasi. Kita mempunyai suatu aset berarti memiliki sesuatu yang akan memiliki manfaat ekonomis di masa kini dan masa yang akan datang. Seperti kata petuah bekerjalah untuk duniamu seolah kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah kau akan mati esok. Hal yang saya tangkap dari petuah ini adalah bahwa kita perlu melakukan keseimbangan hidup, hidup untuk dunia dan akhirat. Investasi tidak hanya untuk kehidupan dunia tetapi untuk tujuan akhirat juga (hehehe gaya bener).

Mengingatkan diri pada pelajaran ekonomi bahwa fungsi pendapatan dibentuk dari fungsi konsumsi dan fungsi investasi/ savings. Besarnya variabel konsumsi maupun variabel investasi tentunya tergantung kepada pribadi masing-masing, bahkan pada titik ekstrim mungkin saja bahwa fungsi pendapatan hanya terdiri dari fungsi konsumsi.

Saya pribadi tidak bisa membayangkan bagaimana jika pendapatan kita seluruhnya digunakan untuk konsumsi (kecuali jika pendapatan belum mencapai pada titik kebutuhan konsumsi minimal). Berinvestasi tidak hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang sudah mempunyai pekerjaan dan berpenghasilan tetap. Pelajar, mahasiswa pun bisa berinvesatsi dengan menyisihkan pendapatan yang ada (misal uang saku, beasiswa, ataupun pendapatan ketika kita bekerja untuk satu proyek).

Sebagai seorang pemula dan bukan expert dalam bidang investasi, saya disini ingin berbagi pengalaman investasi sebagai sesama pemula juga, untuk menjadi expert ada banyak media yang bisa dipelajari untuk serius berinvestasi.

Diawali dari bagaimana memulai berinvestasi, berikut beberapa tips yang saya alami dan juga riset dari beberapa financial advisor (riset maksudnya berbincang dan ngobrol dengan beberapa kawan yang lebih berpengalaman, hehehe)
1. Tetapkan cita-cita mulia untuk berinvestasi
2. Tinjau pola konsumsi
3. Formulasikan komposisi yang tepat untuk investasi dan konsumsi
4. Pelajari portofolio investasi dan risikonya
5. Sabar dalam berinvestasi

Buatlah keinginan, hal-hal yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Saya beri judul cita-cita mulia, karena awali lah dengan keinginan yang baik, maka akan banyak daya dan kekuatan untuk menggapainya. Sebagai contoh saya berinvestasi karena ingin orang tua naik haji, atau saya ingin berinvetasi untuk membuat usaha untuk memajukan ekonomi rakyat kecil, buatlah cita-cita dan keinginan-keinginan yang ingin digapai untuk memotivasi kita berinvestasi.

Hal yang klasik dan diketahui bersama namun sulit diterapkan, yaitu meninjau pola konsumsi. Perhatikan dan review pola konsumsi yang sudah kita lakukan. Misalnya terlalu sering berbelanja gadget, sering tergoda diskon, atau terlalu sering berhura-hura. Coba lihat kembali barang yang sudah kita beli. Adakah sepatu dan tas menumpuk yang jarang dipakai (karena sering tergoda diskon), atau seringkah kita berganti gadget agar tidak ketinggalan jaman padahal kita belum membutuhkannya.

Setelah meninjau pola konsumsi kita mari kita pikirkan berapa komposisi yang tepat untuk pengeluaran kita. Berapa porsi untuk pembagian dividen kepada orang tua, untuk kegiatan operasional pribadi, kegiatan hiburan, zakat dan bersedakah, intangible investement (membeli buku, mengikuti kursus, dan sebagainya), dan berapa porsi untuk menabung dan investasi. Jika sulit untuk menentukan secara detail buatlah garis besarnya saja misal pendapatan disisihkan 5% untuk zakat dan sedekah, 20% untuk hadiah dan dividen orang tua, 25% untuk operasional, 10% untuk hiburan, 10% untuk beli buku, 30% investasi. Tentu komposisinya ini tergantung pribadi masing-masing.

Setelah menetapkan porsi untuk investasi berusahalah untuk komitmen pada diri sendiri. Setelah itu mari kita belajar portofolio investasi. Pepatah manajemen keuangan yang paling diingat adalah don’t put your egg into one basket. Jangan hanya ditabungkan pada tabungan di bank (apalagi hanya tabungan di celengan). Kita coba investasi di beberapa portofolio, misal deposito,reksadana, surat berharga pemerintah (obligasi/ sukuk), saham, investasi properti, dan lain-lain. Pelajari manfaat dan risiko yang akan diperoleh dari setiap jenis invetasi. Karena hal ini akan cukup panjang dibahas, saya kan membuat topik khusus pada pembahasan selanjutnya.

Sabar dalam berinvetasi, pertama kali mungkin akan berat karena kita harus mengontrol belanja, atau ketika mencoba berinvetasi malah mendapati kerugian karena salah strategi, ya sabar karena kita punya sesuatu yang ingin kita gapai. Belajar-dan belajar terus termasuk belajar berinvestasi untuk hari esok yang lebih berkah dan lebih sukses. Setelah membaca tulisan ini saya wajibkan pembaca untuk mulai berinvestasi dari sekarang (nah loh).

2 thoughts on “Investment Review (Part I)

  1. Bagus ne…sangat bagus dan inspiratif! mungkin bisa dibanyakin ne tulisan2 yang bersifat tips, tulisan ini seperti tulisan yang dibuat oleh pakar investasi,😉

    • Thanks tantri..semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita menambah investasi..Nantikan invetsment review selanjutnya untuk beberapa aspek teknis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s