Yah, Jatoh Lagi….


Tulisan ini terinspirasi dari kejadian di hari Sabtu kemarin. Kejadian yang mungkin biasa saja tetapi cukup inspiratif dan membuka kenangan ”jatuh” (dalam arti sebenarnya) di masa silam. Terjatuh seperti sebuah siklus hidup, sebuah sentilan yang mengingatkan kita untuk instropeksi diri. Inilah cuplikan cerita kemarin beberapa jatuh dari masa ke masa yang sangat berkesan (jatuh aja berkesan).

Sabtu, 4 Februari 2011

Sabtu pagi hari, cuaca di Bandung mendung disertai dengan gerimis. Jam 8.15 sudah rapi, dan siap berangkat demi menunaikan tugas mulia les tahsin (kursus Mengaji). Yay, si bebek bergigi ini susah kali di starter, dan saya tidak mahir dalam starter manual (pernah dicoba sih dua kali dan tak berhasil pula), akhirnya saya coba starter terus. Bapak sedang pergi, jadilah saya harus berjuang sendiri menghidupkan bebek hitam ini. Alhamdulillah setelah 15 menit akhirnya motor ini bisa bersahabat. Gerimis kutembus saja, tanpa helm (tenang pembaca saya adalah orang yang taat aturan, jadi walau tanpa helm tak masalah, karena saya berencana menyusuri jalan komplek) saya berangkat ke kawasan mall & pertokoan di Bandung Timur (loh ngaji kok ke Mall, hehe ia ni tempat kursus ada di kawasan pertokoan itu).

Saya relatif on time dalam memenuhi janji, apalagi ini untuk belajar hari pertama pula, jadi harus cepat sampai. Motor sedikit kupacu, karena menurut jadwal belajar dimulai jam 8.30, target saya harus sampai kurang dari10 menit. Dasar saya pengebut amatir, di tikungan jalan besar nan ramai, sebuah motor dari arah berlawanan ngebut dan berisik membunyikan klakson. Alhasil, pas saya belok tidak dikasih jalan, dan karena jalan licin serta karena belok mendadak, saya terjatuh. Yaks..inilah kali pertama saya terjatuh dari motor. Untunglah ada bapak-bapak baik hati membantuku, dan mengangkat si bebek manja ini.  Sekali lagi si bebek rewel gag mau di starter otomotais, akhirnya si Bapak lagi yang membantu menstarter manual. Alhamdulillah, ditengah kesusahan ada bapak-bapak yang tulus menolong.

Buah dari kejadian jatuh ini stang motor bengkok & pijakan motor sobek (Bapaku maaf yah motormu telah aku aniaya), serta kaki terasa sakit. Kulihat kakiku…ow..ow..kaus kakiku ampe robek, untunglah robek di bagian mata kaki, jadi tertutup oleh rok. Tapi kotornya kaus kaki bagian atas haduh…nampak abis tercebur dimana ini anak, ditambah lagi rok saya. Oh no..walaupun rok hitam, karena abis hujan, becekan ini menempel cukup tebal di rokku.

Tidak masalah, karena terbiasa bermuka tebal kuputuskan untung lanjut ke tempat mengaji. Ternyata walau saya sampai pukul 8.45 saya menjadi yang pertama datang. Rok kucoba kubersihkan ternyata sulit dihilangkan. Sekali lagi saat pulang les, muka kutambahkan tebal lagi, langsung terpikir membeli kaus kaki untunk besok ke kondangan. Ahahah, seorang perempuan yang agak tebal muka ini jalan-jalan di mall dengan rok kotor (saya berpikir, paling gak ada yang merhatiin rok kotor di bawah ini). Jadi pembaca tetaplah innocent untuk mencapai tujuan (hehehe). Tapi sesampainya dirumah sudah tidak bisa innocent lagi, karen kaki mulai terasa sakit, dan betis dipenuhi memar-memar.

Masa kerja di Jakarta

Sewaktu bekerja di Jakarta, dalam beberapa kesempatan saya ditugaskan ke luar kota. Saat bekerja saya pernah jatuh dua kali. Keduanya saat physical check inventory di Cilegon. Kedua peristiwa jatuh ini pun dalam klien yang sama dalam tahun yang berbeda, jatuhnya sih tidak terlalu sakit, tapi dasar klienku ini ramah-ramah dan baik tapi comel jadilah aku bahan ledekan. Hehe tapi walaupun terjatuh tetap innocent melaksanakan tugas.

Masa Kuliah

Alhamdulillah sepertinya tidak ada kejadian jatuh .

 

Masa SMA

Sewaktu SMA, seingat saya hanya sekali saya pernah terjatuh. Pagi hari itu entah kenapa angkot susah sekali, haduh saya takut terlambat mana jam pelajaran pertama ada ulangan Biologi. Akhirnya saya berhasil mendapatkan angkot, tapi ukuran jam sekolahku itu mendekati jam masuk. Diperjalanan, saya cemas harus lewat kemana agar sampai on time (ke sekolah saya dapat melalui tiga alternatif jalan).Akhirnya aku putuskan lewat jalan pintas dengan risiko saya harus lewat sungai kecil (dengan jembatan setapak). Berlari-lari kecil kususuri jalan pintas ini. Alhamdulillah saat menyusuri jembatan setapak dapat kulali dengan selamat. Terus berjalan kencang, akhirnya terlihatlah gerbang tercinta..karena tidak mau memutar maka saya putuskan loncat selokan samping gerbang. Dug..ternyata lompatanku kurang lebar.Saya terjatuh, untuk gak masuk selokan. Lutut memar, dan hosh-hosh akhirnya saya sampai depan kelas dan langsung diinterogasi Ibu Guru Biologi. Syukurlah saya diijinkan ikut kelas, kalu tidak saya gag bisa ulangan dan harus rela diasingkan di perpustakaan sampai jam pertama berakhir. Disini hikmahnya terus berlari dan tak apa jatuh sebentar untuk melewati sebuah ujian (nyambung kan..gak terlalu maksa.).

Masa SMP

Semasa SMP entah kenapa saya sering sekali terjatuh. Sepanjang SMP mungkin lebih dari lima kali saya pernah jatuh. Hal yang paling saya ingat (karena berbekas sampai sekarang) adalah terjatuh sewaktu main basket. Saat PORA (pekan Olahraga), saya yang gak jago-jago amat main basket turut memperkuat tim basket putri kelas 2F. Saat pertandingan lagi hot-hotnya, seorang siswi tim lawan (sebut saja siswi X) mencoba mencegat saya, dan secara tiba-tiba saya jatuh (saya tidak ingat kenapa saya bisa jatuh, konon menurut beberapa saksi mata siswi X tesebut menjegal kaki saya. Waw bisa dibayangkan terjatuh saat berlari, gubrak…jatuh yang cukup keras di lapangan paving block. Lutut luka cukup lebar, saya beri obat merah saja, dan tidak!!!enapa gigi saya merah..uuh apakah gigi saya patah??? Heheh ternyata itu merah dari obat merah, tetapi gigi saya memang patah, selain patah, dua gigi depan saya menjadi agak tonggos (bisa dilihat hasilnya sekarang masih agak maju). Inilah terjatuh yang membuat saya maju (giginya yang maju).  

Masa SD

Ini kisah terjatuh akibat peringatan terhadap kedzaliman dan kelaliman diriku. Pagi hari kucing sudah mondar-mandir dirumahku (saya tidak memelihara kucing, tapi karena terkdang diberi makan jadi suka mampir). Ibuku yang sedang memasak dan si kucing ini ganggu terus ibu, maka ibu memintaku mengeluarkan kucing dari rumah.

Ok Mah, Siap!!! Sebuah pikiran kejam dan tidak berkepribinatangan terbersit di otakku. Kucing ini kalo aku kerjain, dimasukin ke selokan samping rumah, lucu kali yah. Membayangkan kucing putih ini, akan menjadi hitam dan bau terkena air selokan nan kotor. Kucing aku gendong dan syur…aku lempar ke arah selokan. Dengan naluri mempertahankan dirinya, saat dilempar kucing ini malah sppontan nemplok di bajuku. Akhirnya saya malah oleng sendiri tertarik si kucing. Byur…saya yang sudah kejam pada si kucing malah terjatuh ke selokanm dan si kucing selamat.

Mungkin si kucing berpikir…”Rasakan itu air selokan!!!Dasar manusia dzalim!!!”.

”Mamah…”aku segera berteriak minta mandi karena badan dan baju menjadi hitam dan bau oleh air selokan.

Pembaca, harap kejadian ini tidak ditiru dirumah, karena badan anda akan kotor dan bau. Hikmah kejadian ini siapa yang berbuat dzalim akan mendapat balasannya, terkadang balasan itu dirasakan langsung di dunia.

4 thoughts on “Yah, Jatoh Lagi….

  1. wah kalo bisa mengingat sampai masa TK bahkan balita dan batita, pasti lebih banyak lagi kisah jatoh yang bisa diceritain…heheheh

  2. hihi karena Ine gak pernah nulis diary jadi yang diceritain yang historis kejadiannya masih lengkap diingat. Kalo masa bayi masih bisa diceritain keren kali yah.

  3. hihii..ternyata masa sma pernah jatoh d solokan sekolah toh ne😛
    kok achie ndak tau yah…heheh
    klo ntar jatoh lagi berarti lg punya keinginan yg blm terwujud kyanya ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s