Fenomena Stress dan Sakit Jiwa (Part I)


Pengalaman hangat pagi ini langsung ditulis setelah turun dari jalanan. Sebagai angkot-ers sejati (tiap hari naik angkot) ada banyak pengalaman unik yang tidak dapat dirasakan oleh anda yang naik kendaraan pribadi. Hari ini seperti biasa saya naik angkot dari kompleks, suasana dalam angkot awalnya biasa saja, penuh oleh penumpang, tidak ada penumpang yang mencurigakan.

Suasana mulai berubah saat angkot tiba di suatu perempatan, naiklah seorang bapak berpenampilan tidak biasa. Dari gaya berpakaian dan bicara saya simpulkan bapak tersebut mengidap stress akut dan mungkin sudah lama mengidap sakit jiwa. Bapak itu duduk dipaling pinggir dekat pintu (karena angkot relatif penuh). Saya sendiri duduk di bangku sebrang bapak itu. Saya dan sebagian besar penumpang mengacuhkannya, tetapi reaksi berlebih muncul dari seoarang gadis yang duduk di sebelah bapak itu. Kuperhatikan gadis berparas manis itu sudah mulai tegang, dengan sebuah isyarat kuajak gadis itu duduk disebalahku. Tetapi gadis itu malah tak berdaya, akhirnya malah seorang ibu yang duduk di sampingnya pindah ke sebelahku, mungkin tujuannya agar gadis itu bisa duduk lebih renggang dari bapak stress itu.

Bapak stress malah ikutan menggeser duduknya, sontak gadis manis semakin takut, nafasnya tersengal dan menjerit historis. Kuduga gadis manis itu mungkin ada trauma masa lampau atau apalah sehingga reaksinya dan ekspresi rasa takutnya relatif berlebihan. Untunglah bapak sopir segera mengambil tindakan, bapak sopir meminta bapak stress turun. Tak kuduga ternyata bapak stress itu nurut begitu saja tanpa perlawanan.

Alhamdulillah ketegangan menurun, yang tersisa adalah isak tangis gadis manis masih terdengar oleh kami, melihat hal tersebut reaksi beberapa penumpang adalah:
1. acuh saja dengan tetap asyik ber BB ria
2. bingung harus apa sehingga memilih diam
3. sedikit menawarkan bantuan, seorang ibu memberikan minum pada gadis itu dan aku sendiri yang tadinya bingung hanya mampu memberikan selembar tisu.

Sepanjang hidupku ada beberapa pengalaman bertemu orang yang mengidap stress berat atau sakit jiwa. Setidaknya ada dua pengalaman yang unik. Pengalaman unik yang pertama adalah terjadi sekitar Oktober tahun lalu, dan pengalaman lainnya adalah terjadi saat saya SMA.

Oktober 2010, di sebuah senja sekitar waktu maghrib, dalam angkot (lagi-lagi cerita dalam angkot) perjalanan pulang kantor menuju rumah, aku terbangun dalam angkot saat sampai di sebuah perempatan. Kebiasan tertidur di angkot berusaha aku hilangkan, tetapi hari ini terasa penat dan angin sepoi-sepoi membuaiku dan menyebabkanku terlelap sejenak. Syukurlah aku terbangun sebelum sampai tujuanku.

Persis setelah aku terbangun, seorang ibu berpenampilan agak preman baru menaiki angkotku ini. Angkot dalam keadaan tidak penuh penumpang (kurang lebih hanya 6 penumpang termasuk aku dan ibu yang baru masuk-dari standard 12 penumpang). Karena angkot yang kosong ibu itu leluasa memilih tempat duduk, dan pilihannya jatuh duduk disebelahku. Aku yang duduk dipojok dalam merasa terganggu dengan kehadiran ibu itu, pasalnya ibu itu tanpa rasa bersalah terus merokok disampingku. Aku acuhkan saja, aku tutup hidungku dengan tisu. Lima menit kemudian, ibu itu menyentuh pahaku, sontak saya kaget, yang terpikirkan saya waktu itu, jangan-jangan dia hendak melakukan hipnotis dengan cara asap rokok, menyentuh korban, menatap dalam, dan kemudian mengajak ngobrol korbannya.

Jreng-jreng sesuai praduga burukku, ibu itu berusaha menatapku, aku berusaha tidak panik dalam hati aku berdoa agar terhindar dari segala marabahaya. Ibu bertampang preman itu menyapaku sambil merokok, ”Namanya siapa neng?”

Deg, jantungku berdegup aku menjawab dan menghindar untuk menatap matanya ” Hem…nama saya Dina.” Aku berbohong dan tidak menyebutkan nama asliku.

Kemudian ibu itu berlanjut dengan obrolan yang tak menentu mulai dari omelannya atas kemacetan jalan, bercerita dia mau ke arah Cibiru (satu daerah di Bandung Timur). Aku mengiyakan saja dengan berusaha menghindari kontak mata dan tidak menghirup asap rokok. Alasan pertama untuk tidak kontak pertama adalah jika ibu itu tukang hipnotis aku khawatir terkena hipnotis lewat tatapan mata, jika ibu itu mengidap gila aku takut jin-nya (konon orang sakit jiwa kena jin yah?) loncat ke tubuhku lewat mataku. Haha imajinasi yang berlebihan.

Jantungku terus berdebar, sambil berdoa berharap aku cepat sampai, ingin ganti angkot aku takut hal ini tidak menyelesaikan masalah (bagaimana jika ibu itu mengikutiku). Yes akhirnya angkot sampai di tujuanku, aku basa basi pamit turun duluan pada ibu itu. Saat membayar angkot, ketegangan kembali memuncak, tanpa diduga ibu itu turut turun dari angkot, padahal tujuannya kan masih jauh.

Ibu itu turun angkot tanpa membayar, langsung praduga buruk muncul lagi, jangan-jangan aku dicegat di jalan ini. Setelah aku membayar angkot langsung bergegas menuju jembatan penyebrangan, si ibu menyebrang di bawah jalan. Aku bergegas agar aku lebih cepat sampai. Setiba ditengah jembatan aku mendengar keributan dari jalan dibawah sana. Masya Allah ibu itu tertabrak motor di lajur cepat jalan raya.

Dari atas aku melihat ibu itu terkapar tapi tidak terluka parah, malah seorang pengendara motor terlempar ke batas jalan. Untunglah banyak masyarakat yang membantu, aku bergegas naik becak menuju rumah, dugaanku saat itu atas ibu bertampang preman tadi menjadi 4 alternatif. Pertama ibu itu adalah seorang yang berusaha menghipnotisku dan tidak melepaskanku dan berusaha mencegatku diujung jalan, tidak berkonsentrasi pada jalan raya sehingga tertabrak. Kedua, ibu itu seorang gila atau stress berat dan sengaja menabrakan diri untuk mengakhiri hidupnya. Keempat ibu itu karena gagal memperdayaiku kemudian sengaja menabrakan diri untuk memeras penabraknya. Keempat ibu itu normal dan ini adalah sebuah kecelakaan biasa. Apapun itu saya berharap semuanya dalam kondisi baik-baik saja dan tidak terluka parah.

Kejadian unik saat saya SMA mengenai fenomena orang stress, serta kajian kenapa banyak ditengah kita yang stress, akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s