Dialog di Akhir Malam


Menanti mentari saat malam disinari rembulan
Rembulan tak muncul karena tak diinginkan
Yang ada hanya bintang gemintang
Mengharap rembulan menemani bintang
Bintang enggan bersinar karena tak diharapkan
Malam gelap sunyi diselingi suara burung malam
Malam sunyi kosong tanpa burung, karena bintang yang kau impikan
Kosong, sunyi, senyapnya malam
Lelah berkontemplasi tak menentu
Air dingin membasuh tangan, kening, sampai kakinya
Menghamparkan sajadah
Menegakkan badan menghadap kiblat
Mengharap dialog dengan Rabbnya di akhir malam
Semburat merah kemudian mengawali subuh
Sang mentari tersipu malu bergairah ditemani kumandang adzan
Hamdallah sang mentari kembali bersinar
Mengharap berkah terlimpah pada sang hamba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s