Wisata Taman Laut


Awalnya tulisan ini saya buat khusus sebagai kontribusi untuk blog teman saya yang mengupas tentang travelling, karena kesibukan beliau sehingga saya post duluan yah. Jadi jangan heran jika tulisan ini nanti ada di blog teman saya http://misstravelling.wordpress.com/

Sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya Agustus 2009 saya mengunjungi sebuah kawasan eksotis di belahan Indonesia bagian Tengah, Sulawesi Utara. Tujuan utama saya adalah menjalankan tugas kantor yaitu ke klien di daerah Lahendong, +/-  30 km atau satu jam dariManado. Lahendong adalah kawasan perbukitan nan sejuk dengan potensi Geothermal (panas bumi) yang cukup besar. Untuk menempuh ke Lahendong dengan mobil dari Manado harus melalui jalur yang berliku (mirip daerah Cadas Pangeran  saat jalan Cadas Pangeran belum selebar saat ini), jadi be prepare untuk kalian yang suka mabuk darat.

Hal yang menarik dikawasan Lahendong ini bagi saya adalah:

  1. Angkutan umum dengan suara musik amat sangat keras
  2. Masyarakat yang terbiasa memakan berbagai jenis daging
  3. Potensi Geothermal sebagai energi terbarukan.

Pertama, Angkutan umum dengan suara musik amat sangat keras. Angkutan umum yang unik, membuat kami penasaran untuk menyengajakan diri naik angkot di hari Sabtu saat lembur. Tidak tau akan pergi kemana kami memutuskan asal naik angkot. Lebih dari 300 meter suara musik angkot dapat terdengar jelas, unik sekali bagi sepertinya tidak ada di daerah lain angkot bermusk kencang. Angkot ini pun tidak seperti di Jakarta atau Bandung yang penumpangnya berhadapan, tetapi disini lebih mirip mobil van biasa yaitu penumpang menghadap kedepan. Naik angkot tanpa tujuan, ternyata angkot kami melewati kawasan pemandian air panas, tapi kami tidak mampir.

Kedua, Masyarakat yang terbiasa memakan berbagai jenis daging. Jangan kaget dikawasan Sulawesi Utara dengan penduduk mayoritas non muslim terbiasa menyajikan berbagai jenis daging mulai dari sapi, babi, ular, tikus, kelelawar, kucing, dan entah apa lagi. Untuk memfasilitasi kegemaran masyarakat menyantap berbagai jenis daging memang ada satu pasar yang memperjualbelikan berbagai jenis bintang untuk disantap.

Ketiga, Potensi Geothermal sebagai energi terbarukan. Kawasan Lahendong merupakan pegunungan memiliki Geothermal yang cukup tinggi. Sesungguhnya ada banyak kawasan di Indonesia yang memiliki potensi Geothermal, akan tetapi yang telah dieksplorasi dengan baik hanya beberapa kawasan saja misalnya di Lahendong ini, Kamojang dan Drajat di Kabupaten Bandung dan Garut, serta beberapa daerah di Sumatera (Sibayak, Ulu Belu, Lumut Balai). Sebagai tambahan bagi pembaca yang penasaran seperti apa sumur Geothermal saya tampilkan dua gambar. Gambar pertama saat saya berada di atas Rig, untuk penggalian sumur. Gambar kedua adalah sebuah sumur Geothermal yang telah berproduksi.

Tidak jauh dari Lahendong ada sebuah kawasan wisata yang menarik yaitu di daerah Tondano. Tondano adalah danau terluas di Sulawesi Utara. Danau yang jernih, luas serta restoran yang menyajikan makanan nan lezat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sayang saat itu saya tidak melihat sarana olahraga air, seperti boat untuk berkeliling danau, entah memang belum ada atau karena cuaca tidak mendukung dengan angin yang kencang. Oia berdasarkan referensi. Luas danau ini 4.278ha, dan terdapat pulau kecil bernama Likri (depan desa Tandengan kecamatan Eris). Di tepi Danau Tondano terlihat jelas Gunung Kaweng. Konon danau ini terjadi karena letusan yang dahsyat karena ada kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) di hutan. Sebagai akibat melanggar nasihat orang tua maka meletuslah kembaran gunung kaweng tersebut sehingga menjadi danau Tondano.

Di hari Minggu kami menyempatkan diri ke Bunaken. Tidak lengkap jika kita mengunjungi Sulawesi Utara, tetapi tidak mengunjungi Bunaken. Wisata taman laut yang sudah tersohor di negeri ini. Untuk menuju Bunaken dari pantai kota Manado menempuh perjalanan kurang lebih satu jam menggunakan kapal motor. Karena jaraknya cukup jauh dengan gelombang dan angin yang terkadang tidak bersahabat, kita perlu memperhatikan musim, serta cuaca pada saat kita berangkat. Saat kami ke Manado di bulan Agustus pendamping kami mengatakan angin biasanya relatif besar, beruntung pagi itu cuaca bagus dan laut relatif tenang.

Beberapa ratus meter sebelum sampai Bunaken, air laut semakin jernih dan kita dapat melihat indahnya taman laut. Kapal kami kapal motor kecil hanya dilengkapi kaca pada bagian dasar, sehingga kami harus cukup puas melihat langsung dari samping kapal atau dari lantai kapal. Indahnya anemon dan ikan-ikan kecil sudah mulai terlihat oleh kami.

Sampai di bibir pantai Bunaken pemandangannya biasa saja. Kita sebaiknya tidak berkekspetasi dapat melihat pantai yang indah atau pasir pantai yang menghampar nan lembut dan bersih. Bunaken adalah wisata taman laut, jadi keindahan sesungguhnya bukan pada pantainya. Persiapkan diri kita untuk snorkling atau diving.

Sebagai pemula seperti kami tak akan berani snorkling tanpa pendamping. Saat itu harga sewa set lengkap peralatan snorkling plus pendamping hanya Rp75ribu saja. Selain baju dan peralatan snorkling dissana juga disediakan penyewaan kamera anti air untuk mengabadikan kamu dan teman-teman laut heheh.., tapi kami tidak menyewa kamera anti air tersebut .

Sayang seribu sayang, karena tanpa planning untuk berwisata ke Bunaken (saya kira audit tak kan menyempatkan kami berkunjung) saya tidak membawa pakaian renang khusus muslim. Jadi saat itu karena tidak ada penyewaan pakain renang muslim, alhasil hanya teman saya yang melakukan snorkling.Walaupun sedikit kecewa, keindahan taman laut Bunaken dapat saya nimati dari kapal. Ini dia beberapa gambar yang berhasil saya abadikan..

Sharing tips dari saya untuk kamu yang akan menikmati keindahan Bunaken

  1. Perhatikan kondisi cuaca karena sangat berpengaruh terhadap keselamatan kita.
  2. Pilih kapal motor yang terlihat baik dan tanyakan perbedaan harganya. Beberapa kapal berbadan kayu ada pula yang berbadan fiber, menurut pendamping kami saat itu lebih baik memlih kapal yang berbadan fiber. Cari info harga yang pantas (saat itu harganya berkisar 500 ribu per kapal) dan jangan sungkan untuk menawar harganya.
  3. Untuk kamu seorang muslimah jangan lupa bawa baju renang muslim, karena disana akan sulit mencari kostum yang pas.
  4. Untuk kamu yang tidak bisa berenang jangan khawatir kata temen saya yang snorkling tadi, dia juga tidak pandai berenang awalnya memang sedikit sulit dan nervous tetapi dengan memeperhatikan instruksi pemandu dan meningkatkan keberanian kamu, rasa takutmu akan berganti dengan ketakjuban keindahan taman laut.

Tertarik ke Bunaken dan tempat wisata di Sulawesi Utara? Siapkan diri kamu dan segeralah berpetualang.

One thought on “Wisata Taman Laut

  1. bagus banget cara berceritanya Ne, mengalir, kaya air hehe
    jadi terbayang2 juga lokasi yang dimaksud..
    mudah2an ada kesempatan berkunjung kesana suatu waktu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s