Mencari Titik Equilibrium


Sendiri walau dalam ruangan dengan banyak orang dan ramai. Jauh dengan dunia sekitar walau dunia ini hanyalah sebesar desa saja. Benarkah banyaknya pengakuan yang kita dapat dari orang-orang di sekliling kita membuat kita semakin dekat dengan mereka. Menjadi insan yang semakin berkulitas dengan berbagai prestasi dan penghargaan?

Adakah korelasi sebuah kesuksesan dengan fungsi kebahagiaan? Apakah ini membentuk korelasi linear, ataukah kesuksesan dan kebahagiaan merupakan fungsi tersendiri yang saling bergerak satu sama lain, seperti garis supply& demand dan akan pada titik equilibriumnya menjadikan kita seorang pribadi yang paripurna. Paripurna sebagai insan pribadi dan insan sosial.

Hem ukuran kesuksesan itu apa, saya pun masih ragu, tetapi yang saya tahu orang sukses adalah orang dengan materiil yang memadai bahkan berlimpah, keluasan ilmu, kekuatan pengaruh, segala hal yang terkadang membuat silau orang yang melihatnya. Lantas apakah bahagia itu? Hal yang saya pahami saat ini bahagia merupakan sebuah keikhlasan dan menyikapi apa yang telah terjadi, gairah menjalani hari ini, dan kekhawatiran yang minimal akan apa yang terjadi esok hari. Entah definisi kesuksesan dan kebahagiaan yang saya ungkapkan tersebut beanr atau tidak, setidaknya itulah yang saya pahami saat ini.

Benarkah sesuatu yang banyak membuat kita lebih senang, entahlah yang jelas saya sering merasa kebingungan jika memiliki sumber daya yang terbatas. Tetapi rasa kebersyukuran kadang terlupakan saat saya memiliki sesuatu yang banyak dan menjadikannya hal yang sepele dan tidak berharga lagi. Saya merasakan sering melewatkan kebersyukuran dan penyikapan positif atas banyak hal. Saya yang meminta banyak, tak bersyukur saat diberi banyak, saya yang tak meminta diberi hal yang tak diminta, tapi tak menyadari telah diberi.

Bukan ukuran kaya atau miskin yang menjadikan saya dan kamu lebih bahagia, bukan pula orang-orang yang menghargai diri ini menjadikan saya dan kamu lebih bahagia. Lantas untuk apa berusaha jika tinta takdir telah mengering, buku jalan kehidupan telah terbit jauh sebelum kita tercipta di dunia. Adakah halaman yang masih tersisa dalam buku itu? Adakah tinta yang masih tersedia untuk menggoreskan  kembali jalan kehidupan ini?

Tak ada yang sia-sia dengan usaha dan doa. Aku percaya bahwa Rabbku menciptakan setiap insan dengan unik, tak ada yang sama dari insan penghulu zaman sampai akhir zaman nanti. Setiap diri ini memilki pemikiran, dan preferensi yang berbeda-beda. Tak ada yang salah jika saya atau kamu memilih untuk ingin menjadi orang kaya, orang pintar, pemimpin yang tangguh, ataukah lebih memilih untuk menjadi diri yang sederhana tak banyak harta untuk memudahkan proses hisab nanti. Pilihlah berbagai hal yang membuat kita akan lebih ikhlas dan berbahagia.

Humph terkadang ada rasa takut saat mata akan terpejam, aku sulit untuk mengingat siapa aku dan Rabbku. Tapi rasa takut hanyalah takut semata, dan sering lewat begitu saja. Sampai saat ini belum kuyakini dengan pasti adakah suatu hubungan antara kesuksesan dan kebahagiaan.Ingin rasanya sebuah kontemplasi menjadikan otak ini berpikir lebih jernih, dan hati ini menjadi lebih ikhlas. Mencari titik equilibrium antara kesuksesan dan kebahagiaan. Aku dan kamu yang tak pernah lelah untuk menjadi lebih baik.

 

 

NB: Mohon maaf jika tulisan ini terlalu berkesan menggurui atau sok bijak, hanya ingin berbagi pemikiran.

One thought on “Mencari Titik Equilibrium

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Wahai saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita.

    Dan jangan Lupa membaca Alqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

    Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s