Melek Inflasi


Kata inflasi pasti sering kita dengar, yang dipahami secara umum dengan inflasi adalah daya beli kita berkurang. Kenapa begitu yah? Apakah harga-harga barang dan komoditas menjadi mahal? Apakah pendapatan masyarakat menurun? Apakah inflasi menujukkan arah ekonomi yang buruk?

Disini saya tidak akan membahas teori ekonomi makro, teori mengenai uang, mengenai apa dan mengapa inflasi bisa terjadi. Secara umum inflasi berarti nilai uang relatif terhadap harga menurun. Simpelnya begini kalo dulu jaman kita SD, uang Rp1.000 bisa beli gorengan sepuluh biji, sekarang Rp1.000  paling bisa beli gorengan dua biji. Mungkin banyak hal yang berpengaruh terhadap daya beli, tetapi yang cukup berpengaruh kuat adalah pengaruh inflasi tiap tahunnya. Uang  yang memiliki nilai nominal jauh di atas nilai intrinsik (nilai bahan pembuat uang itu sendiri) maka nilai relatif uang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro.

Inflasi di suatu negara merupakan hal yang alamiah, dengan laju inflasi yang berbeda-beda tentunya. Tetapi apakah dampak inflasi ini sudah kita pertimbangkan dalam keberlangsungan hidup kita (bukan berarti dunia ini sangat materialistik yah, tapi ini patut dipertimbangkan loh). Sebagai contoh saya sendiri baru ngeh dengan inflasi ini saat saya duduk di bangku kuliah. Ngeh inflasi bukan karena saya kuliah ekonomi, tetapi karena sangat merasakan dampak inflasi ini ketika uang tabungan saya terasa sangat tidak berarti apa-apa. Saya yang sedari dulu gemar menabung (semoga tidak sombong juga) membiasakan diri untuk menyisihkan uang jajan. Salah satu motif saya menabung adalah untuk mengamankan pendidikan saya, berjaga-jaga jika ortu tidak mempunyai keuangan yang cukup untuk membiayai pendidikan sampai saya sarjana.

Saya tabung sementara di tabungan sekolah, kemudian secara berkala saya menabung di bank (waktu itu bank yang ada di kantor pos). Setelah lulus SD saya ingat berapa nominal yang berhasil dikumpulkan, hasilnya cukup lumayan buat saya, katakanlah Rp500.000, jumlah yang besar untuk saya waktu itu. Dari menabung di bank saya juga mendapat bunga yang cukup lumayan. Saya membayangkan saya mempunyai nilai yang cukup untuk mem-backup dalam menunjang pendidikan.

Kebiasaan menabung masih saya lanjutkan, ceritanya langsung dipercepat yah langsung ke masa kuliah. Saat kuliah saya tersadar, wow ternyata uang saya yang selalu saya tabung tidak bernilai apa-apa. Bisa beli apa dengan uang Rp500.000. Dari sini saya tahu bahwa kebiasaan berhemat dan menabung itu sangat baik, tetapi itu saja tidak cukup. Perlu hal lain untuk melindungi nilai aset kita. Jika kita hanya mengharapkan nilai interest tabungan (atau bagi hasil tabungan syariah), nilai ini sangat tidak sebanding dengan laju inflasi.

Jadi apa yang harus dilakukan? Ada banyak alternatif, mau memutar uang kita di sektor riil (dengan usaha atau investasi langsung), membeli aset properti, atau investasi di sektor finansial. Tidak akan saya bahas detail sekarang, yang penting bahwa kita menyadari bahwa inflasi itu ada dan sering tidak kita antisipasi.

Bijak jika tidak memfungsikan uang sebagai penumpuk harta. Kemaslahatan bersama menjadi pertimbangan utama. Pilihan dan strategi pengelolaan harta penting untuk kita pikirkan dan lakukan. Bertindak cermat dan minta kecukupan rejeki dari Sang Pemberi Rejeki, maka kita menjadi tidak khawatir akan hari esok.

3 thoughts on “Melek Inflasi

  1. betul sekali ine….waktu SD uang 5rb bisa dpt 1 ekor ayam,kl skr cuma dpt 1 ptg itu jg kl beliny d warteg…;p smga Allah selalu mencukupkan rezeki qta..dan smga qta selalu qanaah dgn pemberianny..Amin..

  2. oh ia yah waktu SD uang 5 ribu beli seekor ayam (heheh gak pernah dapet uang saku sebanyak itu) xixixixiixi….AMiin semoga Allah mencukupkan rezeki qt dan mensyukurinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s