Peran Internal Audit dalam Seluruh Fase Adopsi IFRS


Tulisan ini merupakan salah satu bagian dari tulisan saya yang dimuat pada repository intenal telkom “Kampiun”.Tulisan lengkapnya berjudul PERAN INTERNAL AUDIT DALAM ADOPSI INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) DI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK.

Sebagai sharing saya hanya memasukan bagian pembahasan peran internal audit dalam IFRS berdasarkan beberapa sumber bacaan, semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Peran Internal Audit dalam Seluruh Fase Adopsi IFRS 

Berikut ini adalah beberapa hal di mana aktivitas audit internal harus berusaha terlibat dalam projek konversi ke IFRS:

Tahap 1 Preliminary Study

Bagian akuntansi / keuangan adalah penanggung jawab atas keseluruhan projek IFRS (yaitu, dari tahap inisiasi projek, pelaksanaan, sampai dengan tahap pasca- implementasi). Oleh karena itu, langkah pertama aktivitas audit internal adalah melakukan review terhadap rencana projek IFRS perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan memang telah siap untuk melaksanakan projek. Auditor internal harus memastikan bahwa projek telah dirancang dengan memadai dan ditetapkan batas-batas lingkupnya dengan jelas, serta dikelola secara efektif dan efisien. Prosedur yang harus dilakukan termasuk memastikan pengendalian yang tepat, melakukan pengujian kesiapan, mengkaji rencana komunikasi, melakukan pengujian kecukupan program manajemen-perubahan (change management), dan mengkaji manajemen anggaran untuk memastikan bahwa seluruh biaya-biaya yang diperlukan telah dianggarkan. Dengan melakukan review pra-implementasi secara dini seperti ini auditor internal akan memberikan peluang yang lebih besar bagi proyek konversi IFRS untuk sukses.

Berikut ini beberapa kegiatan pada tahap awal yang dapat dilakukan internal audit dalam proyek konversi IFRS:

  1. Memahami tujuan dan sasaran dari preliminary study dan terlibat dalam perencanaan proyek
  2. Membantu mendefinisikan ruang lingkup dari preliminary assessment, milestone, dan deliverables
  3. Menilai dampak terhadap operasional, high level, termasuk proses pelaporan keuangan, sistem, karyawan, dan informasi, seperti implementasi pajak dan budgeting.
  4. Review diagnostic kuesioner dan tools lainnya yang digunakan untuk memfasilitasi preliminary assessment
  5.  Mereview rencana kerja organisasi IFRS dan estimasi high level biaya dan sumber daya. Memonitor perkembangan perencanaan yang sedang berjalan.

Tahap 2 Project Set Up, Initial Conversion, Component Evaluations, and Related Issue Resolutions

Tujuan dari tahap kedua ini adalah untuk membangun kebijakan IFRS, dan mempersiapkan pertama kali hasil laporan keuangan, termasuk design dan implementasi dan proses pelaporan IFRS selama periode transisi. Selama periode ini, internal audit lebih prokatif dalam keterlibatan di proyek konversi IFRS, menilai hasil dan perkembangan dibandingkan dengan timeline, serta mengkomunikasikan kepada penilai independent atas status secara keseluruhan kepada stakeholders (misal Komite Audit).

Auditor internal harus bekerja sama dengan auditor eksternal secara erat selama proses implementasi IFRS untuk mengidentifikasi proses-proses, sistem, dan pengendalian yang terkena dampak IFRS. Setelah mengidentifikasi area-area mana saja yang terkena dampak, auditor internal harus segera membuat  perubahan yang sesuai pada dokumentasi proses untuk memastikan bahwa pada area-area yang terkena dampak tersebut, pengendalian akan dapat berfungsi dengan baik dalam lingkungan IFRS yang baru. Berikut adalah kegiatan yang dapat dilakukan internal auditor pada tahapan kedua ini:

  1. Mereview tatakelola dan struktur dalam proyek dan tanggung jawab terkait
  2. Memonitor penyelesaian dari setiap detail evaluasi per komponen
  3. Mereview assesmen management atas alternatif
  4. Memonitor perencanaan untuk pelatihan/ tranfer pengetahuan
  5. Mereview prioritas perencaan untuk setiap proses/ perubahan sistem
  6. Memonitor perencanaan untuk laporan dua periode
  7. Mereview pengendalian/ kontrol dari konversi IFRS pertama kali
  8. Memonitor perkembangan dan melaporkannya ke stakeholders

Tahap 3 – Integrate Change

Pada tahapan ini telah memasuki tahap implementasi, internal auditor melakukan hal-hal berikut ini untuk mengintegrasikan perubahan.

  1. Memonitor proses implementasi/ perubahan sistem
  2. Memastikan proses dan perubahan kontrol yang melekat pada organisasi
  3. Memastikan perjanjian kontraktrual/financial covenants yang merefleksikan basis akuntansi yang baru
  4. Mereview perubahan scope Sarbanes Oxley Act (SOX) berdasarkan proses atau perubahan sistem
  5. Memonitor pengujian SOX atas lingkungan pengendalian yang baru
  6. Memonitor perkembangan dan melaporkannya ke stakeholders

DAFTAR PUSTAKA

 

Smith, Duaine,2009. IFRS-Internal Audit Considertion. USA: NYIAA’s 36th Annual Audit Seminar.

Nally, Dennis ,20xx. It’s not the actor, it’s the role that counts-How Internal Audit canleverage IFRS. USA: PricewaterhouseCoopers.

—,20XX. Role of Internal Auditors in Transition to IFRS. www.charteredclub.com

One thought on “Peran Internal Audit dalam Seluruh Fase Adopsi IFRS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s