Rebutan


Dua minggu berada di ibukota negara setelah hampir dua tahun setengah saya meninggalkannya. Tahun 2007-2010 saya tinggal di Jakarta. Dua tahun setengah saya tinggalkan tidak begitu banyak yang berubah menurut saya, terlebih soal transportasi.

Mau bawa kendaraan sendiri khawatir menambah kemacetan kota (padahal belum punya kendaraan juga). Naik kendaraan umum sangat jauh dari kenyaman. Setiap hari saya naik kopaja atau metro mini. Hampir setiap hari pula saya tidak mendapatkan tempat duduk. Bahkan saat jam pulang kerja jangan pernah berharap untuk duduk, karena tidak berdiri menempel di pintu pun sudah untung.

Oia satu lagi yang khas dari angkutan umum ibukota yaitu kita harus berebut. Jika tidak bergegas dan berebut selamat menanti angkutan selanjutnya dan pasti akan berebut lagi. Dibalik berebutnya sesama penumpang, ada keseruan naik angkutan umum seperti kopaja atau metro mini, yaitu terkadang tetap bisa ngebut ditengah kemacetan, ya tentunya mengambil jalan busway atau ambil jalur lain…yang mungkin menambah kemacetan untuk yang lainnya. Jika jalanan sedikit longgar dan memungkinkan untuk ngebut rasanya seperti naik roller coaster, menyenangkan bukan?

Berharap ada solusi untuk permasalahan transportasi untuk ibukota dan kota-kota lainnya. Sambil menunggu solusinya mari kita nikmati saja.

2 thoughts on “Rebutan

  1. Hihihii ada yang nyuruh tuh…suami :P…..Belum KTP Jakarta lah…belum ada tempat tinggal menetap😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s