Kompilasi = No idea for something new


Dulu saat rekaman kaset atau CD masih populer dua barang tersebut menjadi barang industri dengan nilai menjanjikan. Penyanyi terkenal dan legendaris sepanjang karirnya mungkin telah mencetak belasan album kaset. Kemudian setelah seorang penyayi merilis beberapa album terkadang labelnya mengeluarkan album kompilasi. Album yang berisi kumpulan lagu terkenal/ populer dari beberapa album sebelumnya. Alasannya biasanya demi kepentingan konsumen yang menginginkan kumpulan lagu berkualitas dan tidak sempat mempunyai album sebelumnya. Alasan yang tersembunyi biasanya penyanyi tersebut belum siap meluncurkan album baru sedangkan tuntutan pemasaran  atau label agar ada sesuatu yang dijual, atau demi menjaga popularitas artis agar tidak vakum dalam jangka waktu lama. Itu alas an dugaan saya tentunya.

Entah kenapa kompilasi sepertinya identik dengan No idea for something new. Dalam kasus saya yang menerbitkan e book yang berisi tulisan kompilasi sungguh tidak berniat demi menjaga eksitensi karena belum ada sesuatu yang baru. Dulu e book saya buat karena saya menginginkan saya bisa membuat suatu buku (walaupun dalam bentuk e-book). Kemudian setelah e-book dirilis di awal tahun, dilalah sampai saat ini belum ada satu tulisan pun saya post di blog. Karena kesibukan, karena kemalasan, karena ketidakpekaan diri terhadap lingkungan menjadi penyebab kemandegan blog ini tanpa posting yang baru.

Sepertinya tulah kompilasi sudah mengenai saya selama dua bulan ini. Semoga dengan posting hari ini tulah tersebut berakhir dan aka nada karya-karya baru lagi. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s