Bapak


Bapakku Macgyver

Beberapa hari ini,banyak yang menshare artikel mengenai lulusan terbaik yang diantar oleh ayahnya dengan becak. Bukan latah, hanya terinsipirasi dari tulisan tersebut, saya menulis ini sebagai sebuah ungkapan rasa bangga, hormat, saya kepada Bapak saya, walaupun mungkin Bapak saya tidak paham internet dan mengakses tulisan saya ini.

Pada tulisan saya dulu pernah saya membahas mengenai Ibu saya, kali ini saya ingin menulis tentang Bapak. Sebetulnya sudah lama saya ingin menulis tapi karena kesibukan, lupa hal ini seringkali tertunda.

Tidak banyak yang tahu profesi Bapak saya, karena saya orang yang jarang bercerita mengenai profesi orang tua, saya atau suami bekerja dimana, jika tidak ditanya saya jarang bercerita tentang hal tersebut. Bahkan sebaliknya saya juga ajrang bertanya kepada orang mengenai profesi, karena untuk beberapa orang mungkin bertanya tentang profesi dianggap kurang sopan

Hem mengenai profesi Bapak, pernah membuat saya bimbang menjawab soal saat di SD. Pertanyaannya kurang lebih begini.

“ Ayah bergi bekerja ke …a. Kantor, b. luar, c. dan d saya lupa “

Secara normatif tentunya harus memilih a. Tapi saya menjawab b, karena saya tahu Bapak bukan orang kantoran. Hem saat itu jawaban saya salah, tapi kenapa harus salah yah, karena teman-teman saya juga tentunya tidak semuanya pekerjaan ayahnya adalah bekerja di kantor.

Bapak saya berprofesi sebagai supir angkot, jadi saya merasa berbohong jika harus memilih jawaban a (heu polosnya saya waktu itu, atau saya rasa itu salah soal deh). Jujur saya merasa biasa saja dengan profesi orang tua, karena berhasilnya anak sangat terkait dengan cara mendidik anak. Untuk orang menengah kebawah tantangannya bagaimana agar anak bisa berhemat dan tetap semangat ditengah kondisi ekonomi yang pas-pasan. Untuk menengah keatas tantangannya adalah bagaimana agar anak tetap rendah hati, tidak terbuai oleh harta yang membuat anak menjadi cenderung malas atau bahkan sombong.

Saya merasa sangat beruntung karena Bapak dan Mama bisa membiayai kami sampai lulus S1. Bapak yang bekerja, Mama yang mengatur keuangannya dan mendidik kami agar hidup hemat.

Sisi lain yang saya banggakan dari Bapak adalah ke Macgyver-annnya. Saya rasakan beliau adalah orang yang serba bisa, mungkin otak kanan dan kirinya seimbang. Bapak bisa memasak saat Mama Sakit, memberi ide saat kami sekolah jika ada tugas prakarya, bapak bisa memperbaiki mobil sendiri, otodidak dengan melihat dokter memperbaiki rahang yg lepas saat dulu Nenek pernah rahangnya lepas. Oia yang saya kagum adalah beliau pandai menenangkan bayi menangis. Saat saya masih cuti melahirkan dan saya belum mengerti cara merawat bayi, Bapak saya sangat membantu terutama caranya menenangkan bayi menangis.

Ya banyak kekaguman saya Bapak, akan berlanjut ditulisan yang lain. Satu quotes pernah saya dengar “ Daddy, the only man who will never hurt you.”

One thought on “Bapak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s