Nikmatnya Nenen (in)


Ah apa yang harus ku ungkapkan selain Alhamdulillah saat paling nikmat di rumah adalah saat menyusui anak. Mungkin menyusui terasa (relatif) berat adalah saat menyusui di awal kelahiran karena asi belum keluar, anak belum pandai menyusu.

Kenyamanan saat memberikan asi pada anak rasanya ah luar biasa. Hilang penat, sedih, marah. Bahkan saat anak belum ingin menyusu pun saya tawarkan dan ajak menyusu karena nikmatnya nenen menjadi candu buat ibu dan anak. Maka tak heran jika beberapa yang sudah mengalami menyapih adalah saat yang berat untuk ibu dan anak.

Ibarat sebuah tombol connector, sepertinya inilah yang mendekatkan ibu dan anak. Saat perasaan ibu terasa nyaman, perasaan anak tentram bersama ibunya. Maka jangan putus asa ya untuk terus berusaha menyusui. Memang tak semua ibu dikaruniai asi melimpah, atau proses penyusuan yang mudah. Tapi jangan pula berbangga hati dan nyiyir pada ibu yang tak menyusui. Tentu ada kisah yang tidak kita ketahui dibalik itu, mungkin ada rasa perasaan menyesal, bahkan ada pula yang merasa bersalah tak bisa menyusui. Jadi bersyukurlah, dan bantu sebisa mungkin orang yang dekat di hati (orang dekat harus dengan pendekatan hati juga) yang mempunyai bayi agar bisa menyusui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s