Produk Keuangan Syariah (Kacamata Saya)


Memilih produk keuangan bagi seorang muslim idealnya layaknya kita memilih makanan dan minuman, diperhatikan kehalalan dan ke-toyyibannya. Eh tapi realitanya memilih makanan minuman juga kadang kita tidak terlalu selektif soal halal haram…hayo ngaku kalo ada oleh-oleh kantor dari luar negeri yang kita gak ngerti itu bahannya dari apa pasti tergoda ikut nyicipin kan (duh duh duh sy sering khilaf), atau resto yang tidak ada label halalnya tetapi banyak yang kerudungan juga makan pasti deh tergoda juga dengan justifikasi yang lain juga makan, kayaknya halal deh. Jadi intinya sih menentukan pilihan terhadap yang halal dan tidak tergantung pada keselektifan masing-masing.

Back to produk keuangan syariah, kalo soal makanan soal halal tidak sering kali kita yakin bahwa yang sudah berlabel halal itu insya Allah halal. Tapi untuk produk keuangan syariah masih banyak tanda tanya (khususnya untuk customer awam seperti saya), ya tapi saya tetep pakai produk keuangan syariah loh. Beberapa hal yang jadi tanda tanya ( dan bahan saya untuk mencari tahu selanjutnya) diantaranya :

  1. Produk bank seperti kepemilikan rumah, kepemilikan kendaraan, dll kebanyakan menggunakan margin (fixed rate) tapi tabungan, deposito kebanyakan menggunakan bagi hasil..loh-loh kok kayak gak imbang gitu yah..seolah-olah bank tidak ada risiko tapi peminjaman dana mendapatkan beban relative berat. Terus di skema cicillan rumah kenapa hitungannya seperti hitungan interest rate ya? Pada awal2 cicilan pokoknya lebih kecil tapi marginnya besar sekali. Heu waktu itu saya ambil pinjaman 100 juta, cicilan perbulan 1,3 juta pelunasan dipercepat dalam waktu 9 bulan tapi pokoknya hanya berkurang sekitar 2 juta
  2. Produk reksadana syariah, saya membeli reksadana berlabel syariah asumsi saya perusahaan manajemen investasi membeli portfolio keuangan di sektor yang tidak “aneh-aneh”..heu begitu bukan sih dangkal banget yah pemahaman saya. Tapi soal return sih reksadana syariah ini cukup memuaskan. Tapi soal tercampurnya dana di manajemen investasinya wallahu alam
  3. Bursa, soal beli-membeli saham kan ditentukan oleh sendiri karena direct trading panduan sederhana saya sih soal perilaku jual beli saham ya jangan spekulatif banget (aduh standar spekulatif itu bagaimana yah, kalau kata para trader mereka juga kan belinya pake ilmu dengan analisa fundamental dan teknikal, terus yang dibilang spekulatif seperti apa?saya pun bingung)
  4. Asuransi syariah, no comment saya belum pakai asuransi
  5. DPLK syariah,awalnya sih tidak berminat dengan produk DPLK Cuma ya karena dipotong gaji dan bebas pilih DPLK apapun saya pilihlah yang syariah. Intinya untuk DPLK syariah mungkin mereka hanya berinvestasi di sektor yang halal.

Duh duh sangat awam sekali ya saya soal keuangan syariah dan mungkin banyak juga masyarakat yang tidak paham seperti saya. Mohon bapak ibu dan teman yang berkecimpung di ekonomi syariah lebih giat lagi ya memberikan pemahaman pada kami😛

2 thoughts on “Produk Keuangan Syariah (Kacamata Saya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s