VALUASI BISNIS DALAM PENGEMBANGAN BISNIS NON ORGANIK “PT XYZ”


Karya tulisini saya buat tahun 2013, pada BAB pembahasan sengaja saya kosongkan karena berisi mengenai pembahasan detail perusahaan “PT XYZ” (inisial).

BAB I

LATAR BELAKANG

 

 

Dalam era pasar bebas dan tingkat persaingan usaha diantara perusahaan-perusahaan yang semakin ketat, mengakibatkan perusahaan dituntut untuk meningkatkatkan strategi keunggulan usahanya. Strategi ini dapat dicapai baik dengan memperbaiki kondisi internal perusahaan , yaitu dengan memperbaiki strategi pengelolaan, dengan penekanan pada market for product, focus, pangsa pasar dan laba, maupun dengan melakukan ekspansi eksternal. Ekspansi eksternal dapat dilakukan dengan penggabungan usaha atau penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi, karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain. Jenis penggabungan usaha dapat berbentuk merger dan akuisisi.

Merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dimana satu perusahaan tetap hidup sedang perusahaan lainnya dilikuidasi. Harta dan kewajiban perusahaan yang dilikuidasi diambil alih oleh perusahaan yang masih berdiri. Akuisisi merupakan penggabungan usaha dimana satu perusahaan, yaitu pengakuisisi memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi. Akuisisi sering dianggap sebagai investasi pada perusahaan anak yaitu suatu penguasaan mayoritas saham perusahaan lain sehingga tercipta hubungan perusahaan induk dan anak.

Merger dan akuisisi ini banyak dilakukan karena tersedianya dan berkembangnya

akses kepada sumber-sumber pembelanjaan perusahaan baik ekuitas maupun pinjaman jangka panjang. Agus Sartono (1996:485), dalam Payamta (1997) mengemukakakan alasan dilakukannya aktivitas Merger dan Akuisisi antara lain 1) Ecomic of Scale, 2)memperbaiki manajemen, 3). Penghematan pajak. Tujuan dari Merger dan akuisisi ini ini biasanya untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangrutan, untuk menghimpun kekuatan sehingga perusahaan pengakuisisi menjadi lebih kuat dan mengurangi Merger dan akuisisi ini banyak dilakukan karena tersedianya dan berkembangnya akses kepada sumber-sumber pembelanjaan perusahaan baik ekuitas maupun pinjaman jangka panjang. Agus Sartono (1996:485), dalam Payamta (1997) mengemukakakan alasan dilakukannya aktivitas Merger dan Akuisisi antara lain 1) Ecomic of Scale, 2)memperbaiki manajemen, 3). Penghematan pajak. Tujuan dari Merger dan akuisisi ini ini biasanya untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangrutan, untuk menghimpun kekuatan sehingga perusahaan pengakuisisi menjadi lebih kuat dan mengurangi persaingan.

Di Indonesia Merger dan akuisisi ini dilakukan karena adanya factor keuangan, dan keinginan pemilik untuk mengurangi beban kewajiban kepada pihak ketiga. Terlepas dari alasan-alasan dibalik aktivitas untuk melakukan Merger dan akusisi ini, hal yang paling penting adalah bagaimana perusahaan pengakusisi menentukan nilai perusahaan dan melakukan business valuation atas perusahaan yang akan diambil alihnya , dan atau metode penilaian apa yang akan diterapkan dalam melakukan penilaian bisnis dari suatu perusahaan yang akan dibelinya?. Kesalahan dalam penetapan harga jual beli perusahaan ini akan menimbulkan dampak negatif, ketika perusahaan –perusahaan public akan melakukan merger dan akuisisi terhadap perusahaan lain ataupun terhadap perusahaan dalam kelompoknya sendiri. Harga dianggap tidak wajar dan menguntungkan pemilik perusahaan yang diakuisisi yang merupakan pemilik saham mayoritas dari perusahaan publik (Pengakuisisi) tersebut.

Business Valuation menurut teori adalah penilaian suatu perusahaan, yang merupakan tindakan atau proses kegiatan untuk sampai pada suatu pendapat atau perkiraan tentang value dari suatu perusahaan atau suatu penyertaan dalam perusahaan tersebut. Tujuan dilakukannya penilaian bisnis (valuasi bisnis) adalah disamping untuk melakukan aktivitas merger dan akuisisi, tetapi juga untuk 1) divestasi ataupun penambahan ekuitas dari mitra baru dalam perusahaan, 2) penjualan sebagian saham kepada publik. Dengan business valuation, pelaku bisnis dapat mengetahui nilai wajar ekuitas suatu perusahaan untuk perolehan pendanaan dan investor perlu mengukur berupa capital gain dari saham untuk menilai perkembangan kekayaannya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kebijakan Akuisisi & Aliansi

—————————sengaja dikosongkan————————————————————————

2.2 Pendekatan dan Metode Penilaian.

—————————sengaja dikosongkan————————————————————————

BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan teori terdapat berbagai metode penilaian, dari berbagai metode tersebut perlu dipilih mana yang memiliki tingkat obyektivitas yang tinggi sehingga dapat dihasilkan suatu nilai perusahaan yang wajar, dan menghasilan range nilai yang memerlukan negosiasi antaraperusahaan pengakuisisi dan yang diakuisisi. Apapun metode yang diterapkan, keputusan merger dan atau akuisisi tersebut seharusnya dapat dilakukan dengan hati-hati serta dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Melalui tulisan ini diharapkan manajemen dapat lebih memahami valuasi yang dilakukan Financial Advisor, lebih lanjut manajemen dapat melakukan sendiri valuasi bisnis baik terhadap target bisnis, maupun portfolio yang telah ada.

DAFTAR PUSTAKA

 

Corporate Strategic Scenario “PT XYZ”

Pedoman Perusahaan tentang Pedoman Pengelolaan Bisnis Non Organik “PT XYZ”

Nurhayati, Euis, 2009, Metode Penilaian Bisnis (Business Valuation) Dalam Merger dan Akusisi Suatu Perusahaan, Unpad: Bandung

2 thoughts on “VALUASI BISNIS DALAM PENGEMBANGAN BISNIS NON ORGANIK “PT XYZ”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s