Pembelian Saham Tiphone dan Penguatan Ekosistem DNA


ABSTRAKSI

 Ekosistem Device, Network, Application (DNA) di Indonesia saat ini sedang dalam tahap pengembangan dan masih membutuhkan investasi besar agar dapat terealisasi secara ideal. Sedangkan di negara maju, ekosistem DNA sudah terbentuk karena mereka telah menginvestasikannya sejak lama. Telkom Group mengklaim optimis mampu mewujudkan ekosistem DNA yang seimbang untuk mewujudkan tatanan teknologi komunikasi terdepan dan berkualitas bagi Indonesia.

Alasan utama Telkom melakukan transformasi besar dalam beberapa tahun terakhir ini, bahwa bisnis telekomunikasi secara tradisional tidak bertahan lama. Operator Telekomunikasi atau Telco saat ini sedang berada di persimpangan, apakah akan berperan hanya sebagai ‘bit pipe/ dump pipe’ atau berevolusi menjadi Telco 2.O, yaitu operator yang “Do More” dan “Do Different”.

Untuk mengembangkan bisnis di ekosistem DNA ini Telkom dapat melakukan dengan membangun sendiri atau diperkuat dengan membeli perusahaan yang telah ada. Keputusan membangun atau membeli sebuah perusahaan seperti kita mempertimbangkan membangun atau membeli rumah. Hal utama yang perlu dipertimbangkan adalah analis cost dan benefit

Buy and build strategy dalam investopedia ,”A buy and build strategy is typically deployed by private equity to generate value and increase their returns. It entails buying a platform company with established management and systems, and leveraging off this company to acquire subsequent tuck-in acquisitions.”

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi produk seluler di Indonesia. Untuk distribusi voucher (pulsa isi ulang) dan Kartu Perdana, Perseroan memiliki PT Telesindo Shop (TS) dan PT Excel Utama Indonesia (EUI). PT TS memperdagangkan produk dari operator PT Telkomsel dan PT Telkom (Telkom Flexi), sedangkan PT EUI untuk operator PT XL Axiata Tbk. Dalam bidang servis perangkat telepon seluler, Perseroan memiliki PT Setia Utama Services (SUS), yang mengerjakan layanan purna jual perangkat telepon seluler, tak hanya merek Tiphone tetapi juga merek-merek lainnya. Perseroan juga mengembangkan konten-konten menarik yang akan dikembangkan oleh salah satu Anak Perusahaan, yaitu PT Setia Utama Media Aplikasi (SUMA) baik itu melalui pengembangan secara internal maupun melalui kerjasama dengan pengembang konten yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Pada tanggal 18 September 2014, PT PINS (PINS) anak perusahaan Telkom melakukan pembeliah saham Tiphone dan mendapatkan 25% persen kepemilikan di Tiphone. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengharapkan dikuasainya sebagian saham PT TiPhone Mobile Indonesia (TELE) melalui anak usahanya, PT Premises Integration Service (Pins Indonesia), akan memperkuat ekosistem Device, Network, and Application (DNA) yang tengah dibangun. Sampai saat ini performansi saham Tiphone relative baik dan meunjukkan peningkatan value.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s