ESSAY LPDP (BAGIAN I)


April kemarin saya mengikuti tes administrasi beasiswa LPDP, salah satu persyaratannya adalah membuat tiga essay yaitu

  1. ESSAY SUKSES TERBESAR DALAM HIDUP
  2. ESSAY PERAN BAGI INDONESIA
  3. ESSAY RENCANA STUD

Alhamdulillah Mei kemarin mendapat kesempatan untuk tes wawancara, dan besok pengumumannya. Nothing to loose, ya agak ragu juga karena saya memilih studi dalam negri, dan tempat saya bekerja agak sulit memberikan cuti belajar untuk pendidikan dalam negri. Ya berdoa mendapat yang terbaik.

Untuk referensi teman-teman yang akan mengikuti tes LPDP berikut karya tulis saya. Hal uang ingin saya ingatkan adalah di web banyak yang sharing tulisan dan contoh essay, jadikanlah itu sebagai inspirasi saja, karena menulis dengan kejujuran dan ketulusan akan menghasilkan karya original yang lebih memuaskan hati.

DOA IBU, RIDHA ILLAHI

Beberapa tahun lalu saat acara temu orang tua murid, ibu menyaksikan seorang ketua OSIS di sekolah saya menyampaikan pidatonya. Ibu menyampaikan kesannya pada saya, “Hebat ya seorang perempuan pidato di depan banyak orang dengan lancar dan lugas.” Perkataan ibu itu seolah menginginkan melihat anaknya pun seperti itu.

Hari, tahun berganti meskipun saya beberapa kali melakukan presentasi dihadapan umum dan orang banyak, diantaranya saat Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional, saat menjadi pembicara di organisasi, atau saat mengajar di kelas praktikum, belum pernah ibu saya menyaksikan anaknya berbicara di depan umum.Ingin rasanya saat saya berbicara di depan umum ibu saya hadir dan menyaksikan saya.

Sampai tiba pada satu hari di bulan Mei tahun 2007 saat wisuda Sarjana, saya mendapatkan kesempatan pidato singkat. Tanpa persiapan yang memadai (karena saat itu saya sudah bekerja di Kantor Akuntan Publik di Jakarta), saya menyampaikan pidato dihadapan wisudawan/wati dan orangtua wisudawan/wati di Fakultas Ekonomi. Saat itu saya menyampaikan pidato sebagai perwakilan wisudawan/wati karena saya mendapatkan predikat Lulusan Terbaik Wisuda Gelombang III tahun 2007 Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran. Pada kesempatan tersebut terlihat ibu sangat bahagia menyaksikan anaknya berpidato dengan lancar walaupun waktu yang disediakan cukup singkat.

Saat itu menjadi lulusan terbaik merupakan hal yang tidak saya duga, mengingat saat ujian kelulusan Sarjana persiapan saya hanya singkat. Skripsi yang saya kerjakan sambil bekerja membuat saya agak keteteran, Skripsi saya saat itu berjudul “Pengaruh Penerapan Akuntansi Dana dan Aksesibilitas Laporan Keuangan terhadap AkuntabilitasKeuangan Lembaga Amil Zakat”, dengan topik yang kurang umum sempat membuat saya kesulitan memperoleh data. Alhamdulillah semuanya dipermudah sehingga skripsi dapat terselesaikan dan sidang saya jalani dengan lancar dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan bagi saya.

Semasa di kuliah, saya merasa beruntung dan beberapa kesempatan dan prestasi berhasil diraih. Saat kuliah saya bergabung di organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Kelompok Kajian Ekonomi Islam. Melalui organisasi saya menjadi perwakilan untuk lomba Karya Tulis Ekonomi Islam, dan juga Lomba Olimpiade Ekonomi Islam Tingkat Nasional. Walaupun sibuk di organisasi, belajar dan amanah kuliah dari orangtua tidak boleh dilupakan.Semasa kuliah presatsi saya lainnya adalah Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas Ekonomi, Penerima Beasiswa SMBC GLOBAL FOUNDATION.Kembali ke masa sekolah sebelum kuliah beberapa prestasi yang saya ingat adalah juara umum se SMU saat kelas dua SMU, lulusan terbaik saat ujian Nasional SMP.

Semasa bekerja prestasi yang pernah saya raih adalah saat promosi di kantor akuntan public dari posisi asisten ke senior auditor saya mendapatkan rating highly effective employee. Prestasi saat bekerja di BUMN saya menjadi salah satu kandidat best staf, berhasil lulus pada sertifikasi internasional Certified Management Accounting.

Prestasi diperlukan untuk dinamika dan cerita hidup. Hal yang saya pahami bahwa bukan seberapa besar prestasi yang didapatkan, karena tak pantas kita berbangga diri dan jumawa, akan tetapi kebahagiaan orang disekeliling kita yang membuat kita bahagia. Berusaha maksimal tapi tetap santai dan menikmati setiap proses yang ada. Jika kita terlalu memikirkan output dan prestasi maka akan menjadi beban pikiran dan kita tidak menikmatinya. Merasa beruntung kelurga dan teman-teman dekat dapat saling mendukung.Berdoa dan berusaha dioptimalkan, restu orangtua, dan hasilnya diserahkan kepada sang Maha Pencipta. Semoga semuanya diridhal Allah SWT dan memberi kebaikan untuk sesama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s